Posted in Life, Uncategorized

Fany Baby Shop and a little disappoinment

Hai mommies! Mau cerita sedikit mengenai kekecewaan saya sama Fany Baby Shop nih.

Jadi sekitar 2 minggu lalu saya & suami pergi ke ITC Ambassador, ceritanya mau nge-laundry stroller si baby M. Tadinya saya & suami udah mau laundry di salah satu toko bayi di lantai paling bawah (satu lantai di atas Carrefour). Tapi pas ke Fany Baby Shop mau beli sleepsuit yang onesie gitu, si suami ngecek ternyata di Fany Baby Shop menyediakan stroller laundry service. Akhirnya jadilah stroller nya si baby M di laundry di sini. Harga nya sih lebih mahal 50ribu dari yang di bawah, tapi berhubung suami udah percaya nya sama si Fany Baby Shop yaudahlahya disini aja.

Mas nya clearly bilang, “Biasanya sih seminggu Pak tapi 3 hari paling juga udah ready. Tapi nanti kita kabarin via sms ya Pak kalau strollernya sudah ready

Okay kalo gitu. Paling 5 hari juga dikabari via sms kalau stroller udah ready bisa diambil. Tapi tunggu punya tunggu, sms kabar nggak datang juga. Hari Sabtu saya inget banget suami udah ingetin saya untuk telfon Fany Baby Shop untuk menanyakan mengenai stroller. Akhirnya hari Sabtu sekitar jam 2 siang saya juga lupa, saya telfon Fany Baby Shop di nomor 02196969264. Tapi nggak pernah nyambung. Sampai akhirnya saya lupa karena keasikan ngurusin si baby M.

Akhirnya suami memutuskan untuk yaudahlah kita go show aja ke Fany Baby Shop, harusnya udah kelar dong ya wong sudah seminggu. Saya & suami hari Minggu siang ke Fany Baby Shop. Sesampainya di sana, ada 2 mas-mas kalau nggak salah lagi duduk sambil main handphone.

“Mas, mau nanya untuk stroller Nuna Mixx warna hitam apa sudah ada? Minggu lalu hari Sabtu saya ada taro untuk di laundry. Katanya mau di sms tapi kok nggak ada kabar sama skali?”, suami saya nyamperin – ini masih pakai nada normal.

Masih di posisi agak santai, si mas yang baju merah langsung berdiri. Disitu masih tanpa jawaban. No apologies yet no further explanation.

Disitu saya melongok ngikutin kemana si mas baju merah pergi. Rupanya si mas ngambil stroller Nuna Mixx saya. Saya langsung nyamber aja, “Iya itu tuh mas stroller nya”

Suami langsung main ambil stroller & main pergi aja. Saya bilang, “Yang, buka aja langsung pake. Mayan nih gendongin baby M”. Akhirnya suami langsung bongkar plastiknya. Daaannnn… JENG JENG! Pas dibuka, strollernya masih lembab dooongggg pad nya. Sabuknya juga nggak ada. Trus kaya semacam canopynya agak keriting gitu jadinya. Saya sama suami langsung histeris. Mata melotot. Tapi saya berusaha stay cool, pendam emosi karena suami udah lebih emosi. Ceritanya biar keliatan wise wife gitu lho :p

Long story short, suami saya makin menjadi marahnya karena pihak Fany Baby Shop nya nggak ada itikad baik untuk at least minta maaf. Suami saya minta dipanggil yang punya. Datanglah si kokoh2 yang punya Fany Baby ShopStill no apologies! Dan yang bikin saya makin drop adalah jawaban si kokoh yang enteng banget,

“Harusnya kalau tau bakal begini, gak usah diambil aja order nya. Ini bukan masalah uang, bukan masalah uang nya. Soalnya ini kita lempar lagi ke orang lain untuk cuci strollernya”

LAH KOH INI UDAH KEJADIAN JAWABAN LO BEGITU? Dalem hati saya ngedumel cuma gengsi ditahan aja daripada keliatan kampung marah2 kan.

Suami saya makin emosi, “Lah tapi kan kita taunya Fany Baby Shop, kita mah ga peduli lo mo pake third party siapa kek, pokonya di bon tulisannya Fany”. KICEP itu si kokoh gatau mau bilang apa, cuma nunduk sambil utak atik handphonenya berusaha menghubungi si vendor yang nyuci stroller.

Disitu saya langsung blacklist Fany Baby Shop. Nggak ada lagi belanja belenji disitu. Buat saya itu kokoh TIDAK MENGHARGAI customer. Dan saya orangnya cukup sensi kalau soal begini-begini. Dimana-mana namanya customer itu raja, mau semurah apa kek transaksi saya di Fany Baby Shop, mereka HARUS menghargai si customer. Saya nggak menyalahkan si mas-mas, karena kita mau mengharapkan apa sih dari mas-mas yang maaf ya, bukannya merendahkan tapi sejauh apa sih pendidikan yang ditempuh mas-mas ini? Mereka cuma pekerja yang cari uang di Fany Baby Shop. Mau mengharapkan attitude sopan santun? Mana bisa…. Disini yang saya lihat paling bertanggungjawab atas permintaan maaf adalah si owner Fany Baby Shop. Nggak peduli third party apa yang dia pakai untuk laundry stroller, yang jelas di bon nya tertulis Fany Baby Shop.

Tapi kalau dipikir-pikir yaudahlah, wong saya juga butuh bebelian barang di Fany secara barang-barang di situ murah meriah & lumayan lengkap. Saya juga nggak akan berhenti merekomendasikan saudara, keluarga & teman kalau ada yang mau beli keperluan bayi di Fany Baby Shoptapi kalau untuk urusan laundry stroller mungkin nggak di Fany Baby Shop lagi ya. Lebih baik saya ke toko lain deh. Daripada daripada kan ya..

Anyway, 3 hari setelah hari Minggu sekitar hari Rabu saya dapet sms dari Fany Baby Shop. Pemberitahuan bahwa stroller nya sudah bisa diambil. Bagus deh udah langsung merubah service setelah ada kejadian. Dan pas hari Sabtu nya saya ambil sama suami, stroller udah keadaan oke. Kering & bagian kanopi nya udah syukur puji Tuhan nggak sekeriting minggu lalu.

*

Dear mommies out there, dengan mempublikasikan tulisan ini bukan berarti saya mau mencemarkan nama baik Fany Baby Shop, tapi saya cuma mau mengabadikan aja kejadian ini. Dan agar supaya (cailah) mommies bisa mengambil pelajaran dari kejadian saya menggunakan stroller laundry service di Fany Baby Shop. Tapi selain daripada stroller laundry service nya, oke kok barang-barang & pelayanan mba-mba nya.

Saya juga akan tetap belanja belenji keperluan mpasi baby M di Fany Baby Shop hihi. Mpasi  nya babyis around the corner!

Advertisements
Posted in Uncategorized

New Born Essentials

Ceritanya sekarang si baby M sudah 4 bulan 3 minggu. Sebentar lagi 5 bulan tanggal 13 Maret ini. Dan bulan depan sudah MPASI! Jeng jeng. Sudah bisa apa aja? Buanyak! Apanya? Gayanya, hehe. Agak basi sih mau share tentang barang-barang baby M. Mulai dari peralatan mandi sampai ke urusan perbotolan.

Buat mom-to-be terutama, pasti ada bingung & galau nya dikit menginjak usia kehamilan ke 7 bulan. Udah gatel mau belanja belenji keperluan bayi. Ya kan? Kalau saya, berhubung mertua sudah lebih rame belanjanya duluan, jadi saya agak santai belanja nya. Kira-kira usia kehamilan menginjak ke 8 bulan baru lah saya pergi belanja belenji keperluan si baby M. Itu pun melengkapi kekurangan aja. Saya mau share nih list toko yang sudah saya jelajahi bersama misua untuk belanja keperluan si baby M.

ITC Fatmawati, Concorde Baby

Karena waktu itu lagi males pergi jauh-jauh, makanya jadilah pergi ke toko ini. Tapiiii.. Sangat disayangkan, pelayanan kurang oke. Tokonya juga sepi banget. Harga? Aduh mihil deh. Nggak lagi-lagi saya kesini. Tapi berhubung waktu itu belum tau & belum pengalaman plus malas gerak ke toko yang jauh-jauh, jadilah beli beberapa barang untuk si baby M:

  • Baju tidur lengan panjang & celana panjang, saya beli 6 pasang (lupa harganya berapa, sekitar 40rb satu pasang)
  • Set sisir merk Pigeon (75rb)
  • Gunting kuku (50rb)
  • Perlak kecil (25rb)
  • Handuk (85rb)
  • Baju kutung & celana pendek saya beli 6 pasang juga (lupa harganya berapa, sekitar 35rb satu pasang)

Oiya, disini kalau beli baju minimal beli 6pcs aka beli setengah lusin. Kalau nggak, nggak bisa. Udah kalau ga salah beli itu aja sih kayanya saya juga lupa secara udah hampir 6 bulan lalu, totalnya 900rb-an deh. Saya juga lupa.

ITC Ambassador, Fany Baby Shop

Pertama ke sini setelah si baby M lahir kira-kira baru umur 1 bulan lewat. Itu pun hasil rekomendasi dari beberapa blog ibu-ibu yang saya googling. Katanya murah. Yaudah akhirnya saya & suami iseng ke sana. Padahal belum ada keperluan yang berarti yang musti dibeli. Ada nya di lantai 3 kalau nggak salah. Dekat eskalator. Tapi tokonya ada 3, jadi mereka pisahin toko berdasarkan barang yang dijual. Pas saya liat-liat, harganya oke juga. Dan barang jualannya lumayan lengkap.

Kesini saya cuma beli:

  • Baby wipes merk Pure Baby, kebetulan lagi promo buy 2 get 1 (75rb)
  • Cutton bud merk Pigeon (5rb)
  • Breastpad merk Avent (60rb)

Oiya saya juga iseng tanya berapa harga Medela Swing breastpump disini. Kata mba-mba nya yang lumayan ramah, “Satu juta tujuh ratus, Bu..” kalau ga salah ya sekitar segitu. Wah reasonable juga, dalam hati saya.

Lalu kunjungan ke dua, baby M sudah usia 3 bulan. Saya sama suami beli keperluan tambahan & untuk kado temen yang melahirkan juga:

  • Minyak telon merk Konicare 125ml (35rb) sayangnya disini hanya menjual minyak telon merk Konicare
  • Sabun top-to-toe merk  Mothercare yang guede banget (75rb)
  • Takahi Slow Cooker yang 1.2 liter (540rb)
  • Panasonic D’Sterilizer (700rb – saya cek di ITC Mangga Dua toko Chubby Baby harganya 650rb)
  • Botol Dr.Browns ukuran 250ml (105rb kalau ga salah)

 

ITC Mangga Dua, Chubby Baby Shop (bisa cek Instagram nya disini)

Nah, ini toko bayi terakhir yang saya & suami jelajah. Punya harga paling OKE diantara yang lain. Boleh dibandingin deh sama toko lain. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena saya beli Medela Swing breastpump disini pemirsa. Dan murah banget!

Saya tau toko ini akibat kerajinan mantengin online shop di Instagram di kala senggang hehe. Beberapa barang yang saya beli disini:

  • Medela Swing breastpump (1,650,000)
  • Botol kaca asi isi 6 (84rb)
  • Baby Wipes merk Pure Baby, disini promo juga buy 2 get 1 (70rb – lebih murah goceng. Maklum emak-emak, biar kata lebih murah goceng itu sudah merupakan sebuah pencapaian)
  • Stroller Nuna Mixx warna caviar (4,400,000 – ini PALING MURAH! Even di yukibabyshop lebih mahal 40rb :D)
  • Kaos kaki carters set isi 3 (45rb)
  • Nursing cover (95rb)
  • Stroller Pad merk Summer (240rb)
  • Precious Bee detergent (45rb kalau ga salah, saya lupa. Yang jelas lebih murah dari Fany Baby Shop)

Yang saya inget cuma itu sih.

Saya beli barang benar-benar yang memang dibutuhkan, karena yang lain-lain sudah di provide aka kado dari teman-teman.

Nih jadi kurang lebih nya, barang-barang bayi yang kira-kira wajib dibeli:

  • Baju bayi (mulai dari sleepsuit, baju lengan pendek, celana pendek, swaddle, baju pergi), wah kalau budget untuk ini sih gak bakal berkesudahan. Secara bertumbuhnya pesat banget. FYI, si baby M sejak usia 3 bulan sudah pakai baju ukuran 6 bulan 😀
  • Bedding set (bantal peang, bolster), ini boleh dikadoin juga sama saudara.
  • Baby box, kalau yang ini sih, saya sewa trial gitu. Berhubung baby M gak betah di baby box saya & suami memutuskan untuk tidak beli dulu. Mungkin nanti kalau si baby M sudah mulai merangkak & belajar berdiri bakal perlu banget. Supaya ga meluncur bebas dari kasur. Yang saya incar sih baby box Nuna Sena, harganya sekitar 1,5juta.
  • Bouncer, ini modal dikasih sama temen kantor 🙂 tapi lagi mengincar Nuna Leaf, harganya sekitar 1,8juta di Chubby Baby Shop.
  • Stroller, ini juga modal malakin bos bule saya 🙂
  • Tas bayi, beli di online shop Instagram. Merk Graco, kebetulan lagi diskon. Harga nya 250rb.
  • Baby Essentials, sabun mandi awalnya pakai switzal, lalu cussons, sekarang sedang coba Mothercare. Minyak telon awalnya pakai merk switzal, lalu sekarang pakai Konicare. Baby oil pakai merk Oriflame dan Johnson & Johnson. Cologne juga pakai merk Johnson & Johnson, baunya enyak! Lotion & baby cream awalnya pakai merk cussons lalu sekarang pakai merk Johnson & Johnson.
  • Kapas bulat merk Wellness isi 100, harganya cuma 7rb di Fany Baby Shop
  • Diapers, awalnya saya & suami ga paham soal ini. Asal beli diapers merk Sweety. Tapi akhirnya review punya review, pilihan suami jatuh ke Pampers Premium. Ini bagus banget. Lembut di kulit baby M, nahan banyak pee & yang paling penting gak bikin ruam dan gak bocor. Untuk diapers murah mah jagonya di bilna.com. Saya selalu beli diapers di bilna.
  • Perlak besar & perlak kecil. Perlak besar nya untuk mandi, perlak kecil nya untuk dibawa kemana-mana.
  • Botol. Untungnya baby M gak rewel & susah sih. Aku pakai merk Pigeon & Dr. Browns aja. Botol merk Pigeon nya dikasih sama temen, kalau Dr. Browns beli di Fany Baby Shop harganya 105rb.
  • Sikat botol, waktu itu saya beli di hipermart aja sih merk Huki. Harga lupa.
  • Sterilizer, saya pakai merk Chicco. Ini kado dari ex temen kantor. Setelah saya cek harganya di kisaran 550rb-600rb.
  • Bottle warmer, ini juga hasil kado dari ex temen kantor. Merk little giant. Kalau ga salah harganya di kisaran 150rb.
  • Detergent baju bayi, saya pakai merk Precious Bee. Harga refill nya 45rb di Chubby Baby Shop, di toko lain mungkin sekitar 50rb.
  • Stroller Chimes, alias gantungan buat distraction si baby M kalau di stroller supaya ga bete. Ini juga boleh dikasih. Harganya dikisaran 200rb.

Paling segitu aja sih perlengkapan untuk new born yang paling urgent harus dibeli. Lain cerita lagi kalau anaknya udah MPASI. List nya makin buanyaaak. Aku udah mulai hunting dari sekarang nih, nyicil-nyicil. Nanti akan release list perlengkapan MPASI.

Have a good day!

Posted in Uncategorized

Gabriella Michelle Rafaela Siahaan – part 2

Of all the rights of women, the greatest is to be a mother

Saya mungkin satu dari sekian new Mom yang mengalami baby blues. Yang sedikit-sedikit nangis, sedikit-sedikit baper. Maunya deket-deket suami. Kalau breastfeeding malam sampai ke subuh harus ditemenin suami, kalau nggak ditemenin saya bisa baper & nangis ga jelas. Mewek melulu deh kerjanya.

Jadi Ibu sebulan pertama benar-benar challenging. Michelle bangun bisa sampai 6x dalam semalam. Dimulai dari jam 11 malam, berseling setiap 1 sampai 2 jam kebangun. Sampai jam 6 pagi baru Michelle bisa tidur agak lama & tenang. Tapi setelah lewat satu bulan, bangun tengah malam nya sudah berkurang 🙂 YEAY!! Karena jujur, sebulan pertama saya sampai kena gejala thypus karena kecapean & kurang istirahat. Oiya! Saya sempat idealis mau ASIX, eh ternyata 2 hari pertama ASI saya nggak langsung keluar. Jadilah Michelle kena sufor 😦 plus juga puting sempat kanan kiri lecet sampai berdarah. Huhu.

Jujur, saya belum nemu ritme nya dalam menyusui sebulan pertama usia Michelle. Tapi begitu masuk bulan ke dua saya sudah mulai bisa senyum. Mewek nya berkurang. Karena saya sudah mulai bisa tidur agak lama kalau malam. Caranya? Breastfeeding nya sambil tiduran :p hihi. Banyak yang bilang ga bagus kalau sambil tiduran, nanti ASI  nya ada yang nggak terdeliver dengan sempurna ke si baby jadi semacam pre-mastitis. Aduh, amit-amit. Sejauh ini saya baik-baik aja. Toh juga saya breastfeeding sambil tidurannya cuma saat malam. Mudah-mudahan seterusnya nggak apa-apa.

Untuk dokter anak, saya nggak repot sih. Pake dokter anak yang memang menangani Michelle dari awal lahir, dr. Ferdi namanya di RSB Duren Tiga juga. Masih muda, sabar & telaten orangnya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, termasuk pertanyaan via chat. Dan belum ada rencana mau ganti dokter sih. Nanti deh kalau sudah agak besar & asuransi sudah jadi 😛 mungkin akan coba googling review dokter anak yang oke di Jakarta Selatan. Oke dalam arti dari segi reputasi, pelayanan & harga hihi

Inget, yang terbaik doesn’t mean yang mahal lho.

Next blog post saya, mau update tentang baby essentials ah..

Buat mom-to-be atau new Mom di luar sana, semangat ya! Karena there is no way to be a perfect mother, but a million ways to be one 🙂

 

Posted in Uncategorized

Gabriella Michelle Rafaela Siahaan – part 1

Hai! Agak basi nih, hari gini baru update lahiran si baby M. Anaknya udah mo kuliah, baru update. Hehe gak deng 😛 anyway, let’s begin the story ya.

Never imagined this moment will come. The moment I gave birth such an angel like baby girl, never thought that I would be able to tho. And yes, I can proudly say, saya melahirkan secara normal 🙂 walaupun dibantu dengan vakum sih hehe. Jadi, October 13th at 1.50 AM, I gave birth my very first daughter with 3kg weight & 51cm body length – some people said that she’ll grow up as a tall girl. Hubby named her: Gabriella Michelle Rafaela Siahaan. Panjang yah? Sounds like nama tiga orang: si Gabriella, si Michelle lalu si Rafaela 😁. Tapi ya sudah lah ya, suami yang punya mau. Mudah-mudahan watak & jiwanya sebagus cerita dibalik namanya.

At first we named her as simple as Gabriella Michelle Siahaan, thats it. But, secara saya & suami beragama Katolik, bulan Oktober lalu adalah bulan 3 Malaikat pelindung, yaitu: Malaikat Mikael, Malaikat Gabriel & Malaikat Rafael. Jadi salah seorang Romo merekomendasikan, why not put those three angels’ name? Nanggung banget Rafael nya ditinggalin. OK then, suami nambahin Rafael nya yang berhubung anak kami perempuan, versi feminin nya ya Rafaela. Ta-da! Jadilah Gabriella Michelle Rafaela Siahaan.

It was October 12th, hari Senin, saya & suami menuju ke RSB Duren Tiga -yep, saya fix melahirkan disini- long story short, saya sudah masuk kamar pukul 12 siang. Lalu CTG, cek dalam & lain-lain, jam 2 siang saya sudah diberi induksi dari bawah karena si mules kontraksi nya nggak muncul juga. Kalau mules kontraksi nya masih belum datang juga, akan dikasih induksi lagi per 6 jam. Dan bener aja, kontraksi nya nggak datang juga sampai jam 8 malam. Lagi-lagi diinduksi dari bawah, and here comes the ‘seru’ part. Mules nya mulai datang sekitar jam 10 malam. Dan sudah pembukaan 2 rupanya. Rasanya? Well, berhubung belum pernah melahirkan & sekalinya melahirkan ngerasaiinnya pakai induksi, rasanya extremely maknyussss :p Untuk proses melahirkan, menurut saya sih as first timer, dari induksi pertama sampai ke melahirkan nggak terlalu lama. Jam 12 malam saya sudah pembukaan 7 & sudah dibawa ke ruang operasi. Lalu ngeden-ngeden sampai kira-kira jam 1 subuh, si baby nggak keluar-keluar juga – cuman separuh dari kepalanya yang muncul, akhirnya dokter Fachruddin memutuskan untuk menggunakan alat bantu, vakum. Dan jam 1.50 AM lahirlah si cantik Gabriella Michelle Rafaela Siahaan, dengan sehat sempurna dan melek melotot matanya. Hihi 🙂

GMRS - 01
Hai, Michelle! Btw, foto ini diambil ketika saya sedang dijahit 😛

Well, kalau dihitung-hitung proses nya nggak terlalu lama sih. Dari jam 2 siang sampai jam 1.51 AM. Nyaris 12 jam. Thank God nggak sampai berhari-hari.

The feeling is beyond the words. I’m out of words. Cuma bisa senyum sambil nahan mewek. When the nurse put Michelle on my chest, and our eyes met. Dang. My tears just fell down. Tears of joy. It’s like a dream. Ada malaikat kecil di dada saya :”)

Now I know how it feels to be a Mom. “Oh, gini ya rasanya…”

Bersyukur. Bahagia. Terharu. Excited. Mixed feelings deh. Let’s begin the adventure of motherhood!

Posted in Uncategorized

Stroller oh, Stroller..

Judul nya dan isinya mudah-mudahan match drama nya. Because it is literally drama just to finally decided which stroller that me and hubby really want to buy or have. Since my boss is sooooo thoughtful that he asked me what I want or need for the baby’s present. So I said, I want a stroller. Luckily, me and hubby are quite picky so we haven’t buy one.

To choose which stroller that match our needs which are: strong, stylish, handy, light weighted, suitable from new born to at least 3 years old or 4 (depends on your baby’s weight of course) and most important is comfortable for the baby, is not an easy thing. I’m telling you dear mom-to-be out there, I spent the whole 2 weeks just to review this and that stroller. Back and forth. Watching the youtube demo, read blog review, and repeat. Sejauh ini, ada beberapa stroller yang masuk dalam wishlist saya, mulai dari Quinny (buatan Eropa), Fedora (buatan Korea), Aprica (buatan Jepang), dan yang terakhir Nuna (buatan Belanda). These four stroller’s brands came out karena banyak faktor. Pertama, dari sisi fungsi yang sangat fungsional. Nggak sekedar stylish, tapi juga strong, nyaman, light weighted. Dan paling penting bisa dari new born until 3 years old. Tapi masing-masing brands ini kan ada kelas-kelas juga dari seri stroller yang mereka keluarkan, nah saya mau bahas satu-satu disini. Tadinya sih mau masukin Bugaboo ke dalam list, tapi harga nya way too expensive buat saya untuk sebuah stroller. Bisa buat biaya melahirkan tuh hihi 🙂 oke, let’s start review stroller nya yah.

1. Quinny Moodd

Brand stroller buatan Europe ini memang terkenal stylish, trendy dan terkesan modern. Harga juga gak bisa dibilang murah gak bisa dibilang mahal. Relatif. Yang saya bilang di atas itu tadi. Tergantung kebutuhan, karena setiap brand mengeluarkan seri dan kelas stroller yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan budget.

Kalau saya sih, dari seri Quinny yang paling bikin mupeng adalah seri Quinny Moodd. Kenapa? Pertama, karena terlihat ringkas dari segi desain dan kelihatannya sih ringan, kelihatannya loh. Tapi ternyata pas baca-baca review nya di Mom’s Stroller Review, gak terlalu ringan, sekitar 33 lbs alias 15kg. Coba lihat foto di bawah ini:

quinny_stroller_moodd_2015_black_blackirony_3qrt

Tapi pas saya tunjukkin ke suami, kesan pertamanya langsung NO. Karena roda nya cuma tiga. Menurut suami, lebih nggak stable kalau roda tiga dibanding dengan stroller yang roda nya empat. Oke deh. Besides, out of our budget anyway. We find it on one of Instagram online shop, came with price IDR 9,750,000 (Instagram: OrladiaBaby). Over pricey sih menurut saya dengan fitur-fitur yang si Quinny Moodd punya. Padahal ada stroller lain dengan fitur yang at least sama, tapi dengan harga more reasonable and affordable. Oh iya, kontra yang lainnya adalah, basket nya tidak begitu besar, jadi kalau misal Ibu mau belanja groceries sambil bawa si baby atau sekedar jalan di mall, barang belanjaan gak bisa numpang di basket bawah si stroller Quinny Moodd ini. I even doubted that it might suited the diapers bag, since diapers bag kan cukup besar. Jadi, stroller Quinny Moodd ini, dengan lapang dada saya & suami coret dari list “Stroller Untuk si Baby M”.

2. Fedora S9

Sempet kesengsem sama stroller brand buatan Korea ini karena pilihan warna-warna nya yang eye catchy. Dan lagi-lagi, terlihat ringan dan ringkas. Untuk harga juga gak terlalu mahal. Range harga berkisar dari IDR 3,100,000 sampai IDR 4,500,000. Rata-rata harga yang saya peroleh dari online shop yah. Saya orang nya cukup malas kalau harus pergi ke toko. Maklum, anak digital banget *pembelaan, padahal emang males*.

Nah, dari seri stroller Fedora yang ada, saya dan suami kepincut sama si Fedora S9 ini. Ya karena selain bentuknya ringkas, terlihat ringan dan setelah di cek juga memang beratnya hanya 10kg (beda 5kg sama si Quinny). Pas lihat review nya di youtube (bisa lihat disini) cukup bikin ngiler, assemble nya juga cukup mudah. Dan basket nya cukup besar, si Ibu bisa titip barang belanjaan hihi. Fitur nya juga yah standard stroller premium. Bisa dari new born sampai 3 tahun. Ada suspension wheel – tapi hanya di back wheels, front wheels nya no suspension. Harga juga reasonable banget, mengingat fitur nya yang sebanding. Salah satu online shop menjual dengan harga IDR 3,900,000 (OS: Sweet Mom Shop) ada juga yang jual dengan harga IDR 3,750,000 (Instagram: Baby On Board Indonesia). Ini penampakan si Fedora S9:

Fedora S9

Tapi, namanya juga saya & suami picky. Belum puas sama dua brands ini, saya browsing lagi. Cari-cari review stroller yang oke untuk new born untill 3 years old. Jadi, Fedora S9 ini kami simpan dulu dalam list.

3. Aprica Flyle

Kalau brand stroller yang satu ini buatan Jepang. Pas lagi lihat-lihat review blog, kebanyakan bilang stroller ini ringan banget. Saking ringannya, si Ibu bisa mengangkat stroller ini dengan satu tangan sementara tangan yang lain sambil gendong si bayi. Gimana gak ringan, beratnya hanya 5kg. Range harga juga reasonable sekali, di sekitaran IDR 5,845,000 (Instagram: Baby On Board Indonesia) atau di online shop Yuki Baby Shop harga nya IDR 5,900,000.

Awalnya waktu saya ditanya mau stroller apa sama si boss, saya langsung kepikiran si Aprica ini. Karena selain ringan, reasonable price, stroller ini juga disebut-sebut sangat nyaman untuk si bayi. Saya sih jelas menomorsatukan kenyamanan calon anak dong yah. Apalagi katanya posisi high seat sampai dengan 53cm from the ground. Efek nya apa emang? Si bayi lebih nyaman & tidak panas. Oh iya! Basket nya juga besar loh. Bisa buat titip belanjaan dan diaper bag. Tapi saya kok agak sangsi yah dengan statement bahwa stroller ini suitable from birth to 3 years old? Karena, dari sisi keringanannya itu, pasti ada sisi lain yang diminimalisir. Yaitu space si seat nya, yang tidak se-roomy stroller yang lain. Make sense dong? Karena mengutamakan ringan nya, otomatis harus meminimalisir fungsi yang lain. Tapi memang katanya yang sudah pernah pakai Aprica Flyle ini memang nyaman untuk baby. Hanya saja, no suspension on the wheels. Jadi, kalau kata temen kantor saya yang lumayan pengalaman dengan stroller, kalau dibawa di jalan yang kurang mulus seperti paving block, stroller nya agak berguncang. Berikut nih penampakan si Aprica Flyle:

aprica_flyle_6

Tadinya saya udah yakin banget mau minta dibeliin stroller ini sama si boss. Tapi pas saya tunjukkin ke suami, lagi-lagi harus cari second opinion dong.. Si suami kurang sreg. Karena kelihatan ringkih. Oke deh, sementara masuk ke list nomor dua. Nomor satu nya masih di Fedora S9.

4. Nuna Mixx

At first, saya sama sekali gak memasukkan merk Nuna ke dalam list “Stroller Untuk si Baby M”. Tapi pas saya lagi browsing di OS Instagram, suami bilang, “Itu Nuna Mixx kayanya bagus”. Dengan setengah hati saya coba googling review nya dan nemu video demonstration nya di YouTube (bisa dilihat disini), mata suami langsung berbinar-binar. Lanjut saya googling review di blog Mom’s Stroller Review, eh saya yang malah jadi jatuh cinta juga. Saya yang jadi lebih napsu ketimbang si suami.

Kenapa bisa napsu banget? Jadi, dalam review si Mom’s Stroller Review itu hampir nggak ada kontra nya. Cuma satu sih, untuk infant car seat hanya bisa untuk Nuna Pipa. Sedangkan merk stroller lain kan compatible infant car seat merk lain. Kalau soal tidak ada accessories sih nggak masalah. Yang penting fungsi stroller nya berjalan dengan baik. Yang bikin saya suka banget pertama adalah, desain udah pasti, reasonable price, compact, fold & unfold nya mudah, dan fitur yang paling disuka suami: all wheel suspension, dan lagi-lagi basket nya besar! Hihi, sense of emak-emak nya selalu ada. Oke deh, list stroller di atas sekejap sirna dan digantikan dengan si Nuna Mixx ini. Coba lihat penampakannya yang super compact & modern tapi tetap memberi kesan kokoh:

Nuna Mixx - Caviar

Untuk pilihan warna ada 3: mykonos (biru), caviar (hitam), dan slate (abu tua).

Jadilah saya kasih tau ke orang kantor untuk membeli si Nuna Mixx ini di OS Instagram yang sudah saya cari dengan budget yang sudah disesuaikan dengan yang kantor kasih ke saya. Tapi eh tetapi, sold out! Saya coba cari lagi di OS lain, sold out juga! Saya iseng cek juga di official fan page Facebook Nuna Indonesia, ternyata memang Nuna Mixx ini jarang barangnya. Yang lebih sering kita lihat adalah Nuna Pepp Luxx atau Nuna Ivvi. Setengah mati saya googling si Nuna Mixx ini saking ngidam nya, dimana-mana sold out. Mulai dari Kyrakidz Shop sold out, Yuki Baby Shop memang ga jual, Chubby Baby Shop sold out, sampai ke tak terhitung OS Instagram saya message satu-satu. Semua bilang stok dari supplier memang kosong.

Saya mau-mau aja sih beli Nuna Ivvi, tapi out of budget dari yang kantor kasih hehe. Range harga si Nuna Mixx ini IDR 5,000,000 sampai IDR 5,500,000. Akhirnya saya coba cari di OLX, beli second, beli deh.. Tapi kok ya sayang yah beli stroller second. Walaupun tulisannya, “pemakaian hanya 1x, kondisi 99% mulus”, tetep aja second hand.

Yaudah, sambil pelan-pelan mau move on dari si Nuna Mixx ke Nuna Ivvi. Kalau pun toh saya harus nambahin, at least saya gak nambah sampai full harga si stroller. Karena Nuna Ivvi ini lebih luxurious, dari segi fitur, desain dan harga. Range harga yang dipatok di online shop rata-rata sama di angka IDR 6,500,000. Hanya stroller. Kalau plus carry cot dan car seat (full set) IDR 8,500,000 sementara stroller merk lain pasti sudah dua digit kalau full set. Sebetulnya dari sisi harga Nuna Ivvi full set masih reasonable, tapi buat saya stroller nya saja sudah cukup kok untuk coverage kebutuhan. Nah, sekarang tinggal diskusi sama suami deh. Karena kalau dipikir-pikir, kalau saya mau cari stroller lain dengan fitur, fungsi & kualitas yang sama dengan si Nuna Ivvi atau Nuna Mixx ini harga sudah bisa dipastikan selangit, buat saya di atas 9juta itu sudah selangit.

Segitu dulu review stroller nya. Eh, sepertinya malah bukan review tapi lebih ke curhat. Hopefully this blog post quite helpful yah for you guys mom-to-be out there 😉

Updated!
Strollernya sudah kebeli ya bulan Desember kemarin. Yippie. Nyaris beli di birdsnbees akibat putus asa dimana-mana nggak ada. Eh ternyata ada yang jual pas lagi ubek-ubek Instagram. Akhirnya nemunya di online shop Instagram Chubby Baby Shop, kebetulan ada offline store nya di ITC Mangga Dua lantai 2 kalau gak salah. Bisa cek Instagram nya disini. Harganya juga paling OKE seluruh Instagram pemirsah!!
Posted in Uncategorized

Prego Story (2) – Survey Rumah Sakit Bersalin di Jakarta Selatan

Melanjuti blog posting saya sebelum nya disini, di postingan ini saya mau update mengenai harga-harga dan fasilitas apa yang didapat di beberapa Rumah Sakit Bersalin maupun Rumah Sakit Umum dengan harga-harga yang mereka patok.

Setelah hari Sabtu lalu check up dan senam hamil ditemenin suami, hari Minggu nya kami keliling dari satu Rumah Sakit ke Rumah Sakit lain untuk survey harga kamar dan melihat bentuk kamar plus fasilitas apa yang di provide. Ada 3 Rumah Sakit yang saya dan suami survey, yaitu RSU Bunda – Margonda, RSU Asri Duren Tiga dan RSB Duren Tiga. Kok ada RSU nya? Iya, karena salah satu nya adalah rekomendasi dari mertua. Selain dekat dari rumah saya yang domisili di Jagakarsa, kata mertua si RSU Bunda ini murah & cukup bagus. Oke deh, saya dan suami manut untuk coba ke sana & memasukkan RSU Bunda ke dalam list RS calon tempat saya melahirkan si “dedek”. Oh iya, berhubung saya harapannya melahirkan normal, jadi saya fokus survey di harga melahirkan normal yah 🙂 Oke, kita mulai yah survey nya.

1. RSU Bunda, Margonda

Jadilah, hari Minggu siang saya & suami meluncur ke RSU Bunda Margonda. Benar saja, hanya butuh 15 menit jarak tempuh ke RSU Bunda dari tempat saya tinggal. Jelas saja, wong itu hari Minggu, kalau week days plus jam kerja, no comment. Sesampainya di sana, kami parkir di depan lobi persis. Kebetulan ada yang kosong. “Wah rejeki dedek nih dapet spot parkir oke”, dalam hati saya. Eh? Tapi kok ada yang janggal yah dari RS ini, hari Minggu tutup. Saya & suami jalan ke arah lobi dan disambut dengan bapak security yang kurang ramah, doi langsung berdiri dari tempat duduknya, menghampiri saya & suami, “Maaf Pak, kalau Minggu kami tutup, kalau mau masuk lewat dari bawah”. Saya & suami langsung menggeleng-geleng kepala serempak, kembali ke mobil dan pindah parkir ke basement. Disitu sudah minus 1 buat saya & suami. Kenapa? Karena nggak menomorsatukan kenyamanan pengunjung.

Setelah parkir di basement, kami jalan menuju lift dan kebetulan ada mas-mas berseragam. Otomatis saya & suami bertanya, “Mas, mau tanya, saya mau ke bagian kebidanan ada di lantai berapa?”. Si Mas berseragam dengan muka flat sambil sender ke tembok menjawab, “Oh coba Ibu tanya aja ke security tuh”. Saya & suami pandang-pandangan lagi. “Mas, gini deh, kalau bagian kebidanan ada di lantai berapa?”, saya jadi gak sabar. “Kalau bagian kebidanan ada di lantai 4”. Saya & suami langsung meluncur ke lantai 4. Sesampainya di lantai 4, ada bapak security sedang duduk menulis buku piket sepertinya. “Pak, kalau mau tau informasi mengenai kebidanan di mana yah?”. Si Bapak dengan ramah menjawab, “Oh silakan masuk disini, Bu”. Nah, disini saya & suami setuju memberi plus 1 untuk si bapak security lantai 4 untuk keramahannya.

Pas saya & suami masuk, ada meja receptionist dengan satu suster yang lagi-lagi kurang ramah dalam menyambut pengunjung. Boro-boro ramah, berdiri sambil memberi salam aja nggak, si suster masih duduk. Saya & suami samperin ke meja nya sambil langsung bertanya, “Sus, kalau mau tau informasi harga kamar & fasilitas untuk bersalin bisa disini?”. Si suster masih dengan posisi duduk, “Bukan disini Bu, tapi di bawah di UGD”. Saya & suami lagi-lagi berpandangan sambil menghela nafas panjang. “Oke deh kalau gitu, makasih sus”. Jadilah kami turun lagi ke basement, tempat kami parkir dan ternyata UGD nya disini, di basement plus juga ruang informasi.

Begitu turun, saya & suami langsung menuju ruang informasi, dan disambut dengan muka masam dua suster tanpa sambutan apapun, lagi-lagi minus point. Tanpa basa basi, saya & suami langsung duduk, “Siang sus, bisa minta price list kamar melahirkan disini?”. Si suster jutek ini memutar badannya dan mengambil sebuah map, berisi price list dan foto-foto kamar, sambil menyodorkan map tadi, si suster bilang, “Silakan dilihat saja ya Bu, jangan difoto”. Dalam hati saya, yang mau foto juga siapa neng. Jangankan niat foto, niat untuk melahirkan disini aja sudah sirna seketika karna banyaknya minus point di atas.

Kalau dilihat price list yang tertulis sih, kok murah ya. Ya nggak murah-murah banget yang gimana, tapi reasonable. Eh, tapi tunggu dulu… Coba saya jabarin yah, tapi berhubung saya nggak foto dan saat itu nggak ada niatan yang gimana banget, jadi saya gak begitu hafal harga semua kelas, itu juga saya kurang yakin harga yang saya ingat precise atau enggak, kurang lebih begini:

Kelas 2 – 8,8juta

Kelas 1 – 9,7juta

VIP Perdana (kelas VIP yang paling murah) – 12,5juta

Nah, tapi nya saya di atas adalah, harga perkiraan di atas bisa bertambah sampai dengan 5juta loh! Dan itu menurut si suster. Sejauh ini, dari banyaknya case pasien yang melahirkan disini, rata-rata akan ada tambahan biaya sampai dengan 5juta. Nah, tinggal tambahin aja deh harga dasar perkiraan dengan 5juta. Menurut saya & suami sih over pricey compare to service dan ribetnya parkiran. Kalau kamar sih gak usah ditanya lah ya. Memang bagus dan up to date interior nya. Tapi kalau dari segi pelayanan, saya gak rekomendasi deh. Tapi mungkin pengalaman saya dan Ibu yang lain berbeda, kalau mau coba survey sendiri ya monggo silakan, feel the experience. Yang jelas dari saya pribadi, RSU Bunda Margonda ini definitely keluar dari list “Calon RS Melahirkan si Dedek”.

2. RSB Duren Tiga

Setelah dari RSU Bunda Margonda, saya & suami meluncur ke RSB Duren Tiga. Kalau RSB ini memang sudah tidak asing lagi buat saya & suami, karena saya sempat 4x melakukan check up routine disini. Tapi dikarenakan kena racun teman kantor, saya pindah check up routine di RSB Asih, Panglima Polim.

Oke, lanjut lagi ke survey. Sesampainya di RSB Duren Tiga, saya & suami langsung menuju ke meja resepsionis/informasi. Rupanya RSB Duren Tiga kalau hari Minggu sepi juga, tidak ada dokter jaga dan lampu agak gelap. Terkesan seperti tutup. Tapi bukan berarti pintu akses utama ditutup kan? *emak-emak nyinyir*

Di meja depan, saya & suami langsung disambut dengan senyum ramah 2 suster. “Permisi, saya mau tanya untuk price list kamar melahirkan disini ada?”.

Si suster ramah ini rupanya punya jiwa marketing, instead of langsung menyodorkan price list, doi bertanya dulu, “Ibu pasien dokter siapa?”

“Saya pernah check up disini dengan dr Yunita, tapi sempat pindah. Sekarang mau melahirkan disini”

Sambil mendengarkan jawaban saya, si suster sibuk mencari-cari sesuatu di meja belakang, yang sepertinya si price list ini yang dia cari. Sambil menyodorkan 2 lembar kertas laminating, si suster bilang, “Silakan Bu dilihat price list nya, kalau mau di foto juga boleh silakan”.

Si suami langsung sigap merogoh handphone di saku untuk memfoto, sambil bilang, “Oh boleh ya difoto?” mengingat tadi di RSU Bunda kami tidak diijinkan memfoto price list nya.

IMG_4157

Di RSB Duren Tiga ini, untuk kelas VIP dinamakan kamar Anggrek, kelas I dinamakan kamar Melati, kelas II dinamakan kamar Mawar, sedangkan kelas III dinamakan kamar Cempaka.

Setelah sibuk cekrak cekrek si price list. Si suster menawarkan dengan ramah, “Ibu Bapak kalau mau lihat kamar, bisa langsung ke atas, di lantai 2”. Tanpa ba-bi-bu, saya & suami langsung meluncur ke lantai 2. Sampai di atas, disambut lagi dengan 2 suster ramah.

“Sus, bisa lihat kamar melahirkannya?”

“Oh iya bisa Bu, sebentar saya ambilkan kuncinya ya” jawab si suster dengan ramah sambil langsung sigap keluar dari meja jaga nya menuju ruangan di seberang untuk mengambil kunci kamar.

Berhubung si suami maunya kamar yang untuk 1 orang, jadilah kami hanya menengok kamar Anggrek. Kita mulai yah.

Anggrek A (Kelas VIP paling mahal). Range harga 11.750 – 12.500. Beda tiap kamar apa sih? Jelas dari besar ruangan. Dan di Anggrek A ini ada jendela nya, jadi kamar kelihatan terang dan luas. Kamar mandi dalam udah pasti, dengan water heater dan toilet otomatis, kulkas, sofa, kasur elektrik untuk suami siaga bisa tidur, lemari dan TV.

Anggrek B (Kelas VIP medium). Range harga 11.000 – 11.500. Besar kamar hampir setengah dari Anggrek A. Tidak ada jendela & sofa, hanya tempat duduk. Selebihnya fasilitas sama persis.

Anggrek C (Kelas VIP standard). Range harga 10.500 – 11.000. Yang ini juga sama, luas kamar jelas lebih kecil dari Anggrek B. Tidak ada jendela & sofa juga. Selebihnya punya fasilitas yang sama.

By the way, perkiraan harga yang tertera adalah all in. Maksudnya sudah semua. Tapi memang menurut si suster kalau ada penyulit misalkan (AMIT-AMIT) harus di-vacuum. Kalau tidak ada penyulit ya, so far most of the time ya perkiraan harganya segitu, sesuai dengan yang tertera. Kalau pun ada tambahan, sampai di angka 2juta. Bukan 5juta yah *lagi-lagi nyinyir*

Setelah melihat ke tiga kamar Anggrek, saya & suami turun ke bawah. Sambil berjalan ke bawah, kami berdua sama-sama antusias. Dan mempertimbangkan RSB Duren Tiga ini jadi RS untuk melahirkan si dedek. Selain harga reasonable, jarak dekat dengan rumah (Jagakarsa). Suami sih 100% suka sekali. Kontranya cuma 1 sih, RS ini bangunannya tua dan interior nya gak up to date sama sekali. Terasanya singup dan pengap. Efek cat nya mungkin ya? Ah by the way, itu review RSB Duren Tiga ya 🙂

3. RSU Asri, Duren Tiga

Kalau RS ini sebetulnya gak masuk dalam list “Calon RS Melahirkan si Dedek”, tapi karena sekalian lewat setelah dari RSB Duren Tiga, jadilah saya & suami iseng mampir ke sini. Oh iya, FYI, RSU Asri ini sudah diakuisisi RS Siloam, jadi kalau menurut teman-teman yang pernah check up disini sih cukup pricey.

Singkat cerita, saya & suami masuk ke lobi dan menuju ke meja informasi. Disambut dengan senyum ramah seorang suster. Lagi-lagi saya menanyakan price list kamar. Berhubung dari awal memang tidak ada niatan untuk melahirkan disini, jadi saya gak foto itu price list.

Tapi ada yang lucu dengan price list nya, biaya tindakan nya dibedakan sesuai kelas yang diambil. Waduh? Jadi kalau misal saya ambil kelas III, tindakan nya akan berbeda dengan tindakan orang yang ada di kelas Super VIP? Hm… Yang jelas, di RSU Asri ini mereka tidak ada perkiraan biaya all in. Perkiraan biayanya per kejadian. Dan yak, dibedakan kelas yang kita ambil. Intinya sih setelah dihitung-hitung sama si suami kalau mau melahirkan normal dengan kelas VIP yang paling murahnya disini kira-kira bisa sampai 17juta.

Namanya juga iseng mau tau harganya. Definitely gak akan melahirkan disini sih.

4. RSB Asih, Panglima Polim

Kalau RSB Asih, memang yang paling paling paling bagus sih menurut saya. Bagusnya gimana? Bukan dari interior atau gengsi. Tapi dari service & pelayanannya. Mulai dari sekuriti, staff, kasir, bidan, suster, dokter bahkan ke cleanig service nya, semua ramah. Nampaknya tim HR RSB Asih ini berhasil menanamkan visi misi ke setiap staff nya.

Kembali lagi ke price list. Sebetulnya untuk RSB Asih ini, saya nggak perlu menulis harga dan fasilitas apa dari setiap kamar yang mereka punya, karena RSB Asih sudah punya website dengan informasi harga tiap kamar dan fasilitas, bisa dilihat disini, lalu klik di Fasilitas dan Kisaran Harga. Nanti akan muncul harga tiap kamar & fasilitas nya beserta foto.

Bagusnya dari RSB Asih ini adalah, mereka memberikan perkiraan harga yang make sense dan all in. Maksudnya make sense gimana? Jadi, waktu itu ada istri teman saya baru melahirkan bulan Agustus 2015 kemarin. Teman saya ini ambil kamar yang Super VIP dengan perkiraan kurang lebih 18juta. Ternyata actualnya, teman saya hanya membayar 16juta. Padahal sudah extend satu hari. Tapi kalau dari segi luas kamar memang gak terlalu besar. Cukup lah. Dan untuk interior kurang begitu up to date. Maklum, RSB Asih ini termasuk RSB lama, sama seperti RSB Duren Tiga.

Nah, jadi segitu dulu review nya. Ini juga boleh nyicil nulisnya, berhubung saya baru ambil maternity leave kemarin, mengingat due date sudah dekat tgl 3 Oktober ini hari Sabtu. Dan hari ini adalah hari ke dua maternity leave. Lumayan bosen. Lain cerita nya pasti nanti kalau sudah ada si dedek 🙂 pasti akan lebih sibuk dan makin berdebu ini blog.

Posting-an selanjutnya bakalan gak jauh-jauh dari barang yang penting dan kurang penting untuk dibeli buat si jabang bayi. Prioritas barang mana yang lebih dulu dibeli dan mana yang bisa ditunda sampai delivery si baby. Yang paling ga tahan mau saya review adalah stroller! See you on the next post then.

01/10/15 – 1.20AM

Posted in Uncategorized

Teruntuk Wakil Rakyat

Kemarin pagi-pagi iseng nonton MetroTV, lagi ada bedah editorial Media Indonesia. Yang lagi dibahas “Berhemat Sesungguhnya”.
Yang bikin seru sih penelfon-penelfonnya. Padahal gue termasuk golongan rakyat yang cuek. Tapi bingung juga ama wakil rakyat, jelas2 angka kemiskinan naik bisa2nya minta kenaikan tunjangan. Alibi nya, “Kenaikan tunjangan yang kami ajukan itu kalau di total-total CUMA 5juta” lah. Terus yang paling lucu, “Kenaikan nya cuma sepersekian persen dari RAPBN”. Yaoloh, sepersekian persen dari berapa T?!! Hadeh gedeg!

Pak, Bu, cuma nya lo itu banyak buwanget buat orang2 kecil yang mungkin sekarang udah dari semalem belum makan, yang tinggal nya di kolong jalan. Heran, pada punya urat malu ga sih? Kinerja udah maksimal ya Pak, Bu?
Komen penelfon yang paling ngena adalah, “Wakil rakyat, jangan jadikan DPR itu tempat mencari nafkah! Tapi tempat mengabdi, melayani & mengayomi kebutuhan rakyat”. 👍🏻👏🏻
Duh, pagi-pagi jadi esmosi deh