Posted in Uncategorized

Michelle and Her First Experience to Stay at Hospital

Jadi ceritanya minggu lalu bisa dibilang minggu paling challenging buat saya as a Mother. Ya, Michelle kena DB.
Awalnya hari Senin lalu, Michelle alergi karena saya masakin ikan dori steam, biasanya ngga kenapa-napa. Tapi kebetulan lagi beli beda merk terus jadi gatal-gatal dia nya. Malam nya saya bawa ke RSIA Kemang Medical Care, dikasih obat Celestamine. Done.

Long story short, di hari Selasa malam ke hari Rabu pagi Michelle demam yang pelan-pelan naik. Suami & saya memutuskan untuk langsung bawa ke RSIA KMC lagi. Dan kebetulan karena masih pagi, poli anak belum terlalu ramai. Saya coba ke dsa Anita -tadinya saya ke dsa Amy (Ni Ketut), tapi karena dapat rekomendasi dari teman kantor katanya dr Anita orangnya sangat enak saya & suami coba deh.

Dan benar saja, orang nya sangat-sangat informatif, objektif & bisa menenangkan kami yang masih terhitung new parents. Katanya:

Bu, Pak, ini anaknya masih pecicilan gini. Masih ceria. Dan ini demamnya masih di hari ke 0 yah hitungannya, jadi sebetulnya belum perlu dibawa ke dokter. Diobservasi aja. Kalau demamnya sudah di atas 38, diberi tempra atau sanmol -kalau masih naik, minimal per 4 jam bisa diberi tempra atau sanmol lagi. Nanti kalau sudah masuk di hari ke 4 masih demam juga, anak lemas.. Nah baru kita cek darah ya Bu, Pak.

Oke kalau gitu, kami pulang dengan hati tenang. Sampai di rumah, kami beri Michelle sanmol drop. Benar saja, demamnya turun. Anaknya masih aktif, ceria & dolan sana sini. Sampai hari Kamis – Jumat memang masih demam tapi nggak tinggi, tapi nafsu makan sudah mulai turun.

Again, long story short, dalam satu minggu kemarin saya sudah mengunjungi RSIA KMC sebanyak 4x. Dari hari Senin malam, Rabu pagi, Minggu sore & Minggu malam.

Setelah cek darah pertama. Tertidur pulas sembari menunggu hasil lab.

Dan di hari Minggu malam, setelah cek darah. Diputuskan Michelle dirawat inap -itupun sudah ganti dsa. Karena menurut dr Anita masih belum perlu dirawat. Tapi kami sebagai orang tua, nggak tenang terutama suami saya yang sangat ngotot & keukeuh untuk supaya Michelle dirawat.
Setelah ganti dsa -kembali ke dr Amy. Barulah dr Amy menyetujui untuk rawat inap. Dan cukup drama waktu memasukkan jarum infus. Butuh waktu 2 hari untuk Michelle akhirnya nggak trauma lagi melihat suster berseragam orange dan dokter berjas putih.

Senin pagi jam setengah 6, Michelle kembali diambil darahnya untuk cek trombosit. Dan benar saja, trombositnya turun dibanding hasil cek darah malam tadi. Waktu dr Amy visit pun, sudah di-confirm kalau Michelle positif terkena DB. Dan disarankan untuk dirawat inap selama paling tidak 5 hari -karena demam DB siklusnya pasti 7 hari dengan asumsi perhitungan demam hari 1 nya di hari Rabu. Jadi, seharusnya hari Rabu sudah tidak demam lagi karena hari Rabu sudah masuk hari ke 8.

Begitu seterusnya selama 5 hari setiap pagi jam 6, Michelle diambil darahnya untuk cek trombosit. Mama hatinya cenat cenut, nak. Tapi tetap harus kuat. Supaya Michelle lebih kuat lagi. Karena Michelle butuh Mama untuk merawat Michelle & menghibur Michelle kalau mual-mual nya datang, ngilu-ngilu di badan Michelle datang. Dan Mama pun butuh Michelle untuk kembali sehat & jadi mood booster Mama untuk menjalani hari-hari 🙂

Dan Puji Tuhan, selama 5 hari dirawat inap, Michelle sungguh anak yang sangat kooperatif. Considering shes just a 1 year 5 months old. I mean, dia bisa menerima dengan bakk ketika suster datang setiap saat secara rutin entah itu menyuntikkan antibiotik ke selang infus, memasukkan beberapa obat-obatan melalu spet –literally she was just sat there and willingly took all the medications as if she knows that she has no choice but taking them all so that she could play (read healthy) again. Mamaya proud of you, nak. Sungguh.

Hari ke-5 di rumah sakit. Hari Kamis pagi. Terakhir Michelle diambil darah, dan ketika dr Amy visit hasil lab sudah keluar & hasilnya trombosit sudah berangsur naik, demam pun sudah dari hari Rabu tidak naik 🙂 dan Michelle boleh pulang. Rasanya semua penat di bahu & kepala HILANG. Setelah bermalam-malam tidur nggak tenang karena takut kalau-kalau demamnya naik & trombosit nggak kunjung naik.. Puji Tuhan. Puji Tuhan. Puji Tuhan.

Highlight di hari Kamis yang bikin saya terharu adalah ketika suster datang untuk mencabut jarum infus. Michelle masih tidur. Pelan-pelan suster buka bebatan di tangan kanan Michelle -karena infus anak kecil harus dibebat dengan diganjal semacam gabus supaya tidak mudah copot selangnya. Michelle perlahan bangun, membuka matanya. Celingak-celinguk. Melihat susternya. Yep, no crying. No yelling. Terakhir ketika bekas selangnya dibungkus kapas, Michelle perlahan mengangkat tangan kanannya. Menatap tangan kanannya dengan heran, mungkin kalo saya bisa baca pikirannya, dia lagi mikir, “Eh tangan gue udah enak nih. Nggak ada buntelan dan selang kampret kemarin. Bikin susah movement gue aja” hehe. Mukanya priceless!! Dan saya terharu. Cengeng ya? Biar aja deh.


Next thing I know, Michelle dengan bete melepas plester kapas di tangan kanannya lalu menekan gemas di bagian bekas luka nya. Dendam kali kau, nak. Hahaha.


Lega sekali rasanya.

PR saya & suami sekarang adalah sabar menjalani after effect DB nya. Karena menurut dr Amy, nafsu makannya akan kembali paling tidak 2 minggu setelah sembuh. Meanwhile, saya kasih apapun yang dia mau makan -daripada nggak ada yang masuk sama sekali.

Anyways, trombosit Michelle dari hari Minggu malam adalah 161rb, lalu hari Senin turun menjadi 152rb, di hari Selasa menjadi 119rb, lalu di hari Rabu menjadi 117rb, dan terakhir di hari Kamis berangsur naik menjadi 134rb. All thanks to doggie soup. Yep, you heard me right. Sup anjing 🙂 

Adios!

Posted in Uncategorized

My Michelle is Turning One!

Michelle’s first morning selfie as a one year old baby 💜

My baby is turning one! Time flies..

Rasanya baru kemarin hamil, mengatasanamakan segala cravings ke si janin. Eh, si janin udah setahun aja kemarin tepat hari Kamis, 13 Oktober 2016.

Michelle’s first dinner as a one year old baby
Michelle nyuapin opung doli 😊💜
 

Seperti ritual yang biasanya dilakukan, setiap ada yang berulang tahun keluarga suami saya melakukan budaya makan malam di hari tersebut. Dan karena hari Kamis lalu tanggal 13 Oktober 2016 adalah ulang tahun pertama Michelle, pulang dari kantor masing-masing kami memutuskan untuk makan malam di mall terdekat, tak lain tak bukan: Citos.

Nothing much. We just had each other. Small talk, big laugh. Enjoying the dinner. Give thanks for the food. And then laugh again. Can’t believe this little creature can occupied a whole lot space in our lives. And how her little gestures (such as fed her Opung or just simply nyengir can create big laugh).

She is so dear to me.

Ok that’s enough. Before my eyes get wetter.

***

Selain ritual makan malam di hari ulang tahun. Kami juga mengadakan perayaan kecil-kecilan di KFC Kemang hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2016 yang lalu.

Kenapa KFC?

Obviously kami sebagai orang tua nggak mau ribet. Udah itu aja. Karena kita terima beres loh, MC, dekorasi, dan segala macam perintilan provided by KFC.

Mekanisme nya gimana?

Caranya se-simpel datang ke cabang KFC yang direncanakan untuk diadakan pestanya disitu. Lalu nanti akan ada pihak marketing yang akan served kita. Kalau saya karna domisili Jakarta Selatan jadi ya memilih KFC Kemang, disamping itu area bermainnya juga lebih besar.

Waktu saya & suami datang, si marketing dari KFC mempersilakan saya & suami duduk lalu ia pergi sebentar ke kantor.

Lalu ia kembali dengan beberapa map. Isinya adalah pricelist dari si birthday package. Sebelum jauh memilih menu, hal pertama yang saya tanyakan adalah availability tanggal nya. Karena saya & suami lebih suka merayakan di hari Minggu. Pertama, karena hari Minggu tidak semacet hari Sabtu, ke dua karena kalau hari Sabtu, mertua saya ada yang masih bekerja.

Tapiiiii, ternyata hari Minggu tgl 16 Oktober sudah full booked di 3 sesi.

Lessons learned, next time kalau mau book tanggal untuk birthday party at least satu bulan sebelumnya. Kalu enggak, tanggal yang dimau nggak akan available alias udah ada yang booked.

Jadi di KFC Kemang ada 3 pilihan waktu: jam 10 pagi, jam 1 siang dan jam 4 sore. Dan ada 2 pilihan area, yang pertama di area dekat coffee shop lalu area ke dua di dekat playland yang lebih private karena di dalam ruangan tertutup.

Saya dan suami berencana ingin merayakan di area playland supaya lebih intimate. Dan dapetlah jam 1 siang.

Setelah oke dengan tanggal & waktu, menentukan estimasi jumlah anak & orang dewasa yang akan datang, baru deh bayar down payment nya sebear Rp 200.000. Sejauh yang saya ingat sih bayarnya harus cash.

Untuk birthday package yang ditawarkan oleh KFC sebetulnya sudah cukup memfasilitasi.

Tapi namanya ulang tahun anak pertama saya memang minta tolong teman untuk memberi sedikit sentuhan Elmo yang memang karakter favorit Michelle. Tapi dikarenakan satu dan lain hal, si perintilan dessert table failed untuk bisa hadir tepat waktu. Ada missed communication antara saya dan si vendor.

Well, thank God ternyata Mama mertua punya rencana untuk mengadakan misa syukur ulang tahun pertama Michelle di minggu berikutnya. Jadi saya & suami memutuskan untuk switch si perintilan dessert table ke minggu depan.

Bersama Akik & Ninik Uyut

DCIM100GOPROGOPR0169.

Dessert table itu untuk apa? Memangnya perlu banget?

Basically si dessert table itu isinya tergantung kebutuhan & ke-BM-an. Kebetulan saya nggak BM BM banget, cuma buat formalitas. Jadi komponen si dessert table waktu birthday Michelle lebih kurang seperti ini:

  • Personalised Elmo cake, ukuran 24×24
  • Jelly
  • Pudding
  • Milk
  • Marshmellow
  • Candies + Chocolate in a small fishball
  • Cookies
  • Lollipops
  • Drink
  • Personalised backdrop
  • Decorations (lampion, taplak, bunting flag, standee photos)

Sebenarnya komponen di atas bisa kita beli sendiri tinggal kita sediain waktu & keniatan untuk belanja. Tapi yang bikin berbeda adalah semuanya diberi label sesuai dengan tema yang kita mau. Ini PR lagi sih untuk design backdrop dan personalised lable, lalu properti lain seperti standee, figur karakter Elmo, Cookie Monster, Dorothy’s fish ball, bunting flag, balloons dan lain-lain.

***

Jadi sebetulnya perayaan ulang tahun yang pertama perlu enggak sih? Ya perlu enggak perlu. Tergantung orang tua sih.

Kalau saya, dibesarkan oleh Almh. Mama saya dengan mindset “ulang tahun pertama itu wajib dirayakan” pun waktu saya masih kecil dulu, Mama berusaha sungguh untuk merayakan ulang tahun pertama saya.

Be it at the orphanage or at KFC atau sejenisnya, itu kembali lagi ke pribadi masing-masing.

Kalau biaya merayakan birthday party di KFC berapa? Mahal enggak?

Pertanyaan klasik yang jawabannya juga enggak bisa diaplikasikan sama ke semua orang. Ada yang bilang perhitungan Rp 44.000 per anak itu mahal, ada yang bilang murah.

Yang jelas, di KFC Kemang mengenakan biaya Rp 800.000 per 20 anak. Sudah termasuk:

  • Kids meal + Ovaltine + Ice cream
  • Souvenir
  • Backdrop sesuai tema di bulan tersebut
  • Birthday hat untuk teman-teman si birthday girl/boy
  • Dekorasi balon
  • Mini games dengan mini merchandises
  • Invitation fisik (diberikan ketika kita booking pertama kali, setelah DP)

Untuk birthday cake, KFC bekerjasama dengan Gelael. Tapi berhubung saya sudah minta tolong dengan teman untuk dessert table included birthday cake nya jadi saya nggak pesan dari KFC.

Bisa ada activity lain nggak sih seperti magic show, face painting, pinatas?

Boleh banget. Tapi obviously ada additional cost. Di sekitaran Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000

Untuk orang dewasanya gimana perhitungannya?

Menu untuk orang dewasanya bisa kita pilih. Tentu dong saya pilih yang paling ekonomis, praktis dan tidak ceriwis. Saya & suami pilih paket yang satu nasi, satu ayam dan satu minuman – itu sekitar Rp 31.500 per pax. Jadi sistemnya pembagian kupon. Setelah acara selesai kupon dibagikan lalu ditukarkan makanan di cashier.

Kalau menurut saya worth banget dengan biaya ekonomis tapi kita nggak ribet dengan memikirkan space, dekorasi, sound, MC, acara, bingkisan, masak makanan untuk para tamu dan yang paling penting: after event nya itu alias beres-beres hehe 😛

***

Jadi first birthday bash is necessary. Asal manage sesuai dengan capacity yah Mommies! 💜

Have a great day.

Posted in Uncategorized

First Birthday Bash is Necessary. Isn’t it?

Jadi, hari ini ceritanya Michelle ulang bulan yang ke-10. Time flies. Nggak terasa anak nya sudah mau satu tahun dalam dua bulan ke depan. Iya, betul, dari sekarang saya sudah searching sana sini, mengenai perayaan ulang tahun pertama Michelle akan seperti apa, bagaimana dan dimana.

Gabriella Michelle Rafaela Siahaan ku 💜 hari ini ulang bulan yang ke 10. Sehat terus ya nak dan jadi anak yang takut akan Tuhan
Karena jujur, saya nggak mau merayakan di rumah. Pertama, dan satu-satunya alasan saya adalah: repot beberes.

Udah itu aja.

Tapi, di satu sisi saya juga berpikir, “Perlu nggak sih merayakan ulang tahun anak yang pertama?” karena setalah menimbang dan membaca beberapa artikel, seorang anak yang berusia satu tahun belum tahu dan (biasanya sih ya, kebanyakan nggak semua) sebetulnya orang tua nya yang punya kepentingan hihi.

Tentu bukan berarti merayakan ulang tahun yang pertama tidak boleh atau tidak baik. Tapi, kalau saya akan ada ‘terms and condition’ yang diterapkan.

Seperti apa ‘terms and condition’ merayakan ulang tahun anak yang pertama? Kira-kira seperti ini:

  • Make it simple, maksudnya ya tidak perlu heboh-heboh. Ingat lho, anaknya masih bayi. Biarpun usia nya sudah tidak bulan lagi melainkan sudah satu tahun tapi masih terhitung bayi. Anak saya akan tetap mencintai saya tidak perduli bagaimana kerennya saya mengadakan pesta ulang tahunnya.
  • Tentukan tema nya. Ini sih lebih ke kemudahan kita sebagai orang tua dalam merencakan pesta nya. Sama seperti sebuah brand, sebuah pesta juga akan lebih mudah direncakan jika sudah jelas tema nya. Tema juga bisa berarti sesuatu yang sederhana, seperti warna.
  • Buatlah daftar tamu undangan. Sekali lagi, karena ini adalah ulang tahun anak yang pertama tidak perlu sampai mengundang ratusan orang. Ini bukan pesta anniversary perusahaan besar. Yang pasti, saya akan mengundang orang-orang yang punya peran khusus dalam hidup Michelle.
  • Personalised kue ulang tahun. Mungkin saya akan pesan kue ulang tahun dengan size yang sesuai dengan Michelle. Karena ini ulang tahun Michelle, dan teman nya pun belum begitu banyak (kecuali anak dari teman-teman orang tua nya tentu nya), rasanya normal dan tidak berlebihan kalau saya pesan personalised cake dengan ukuran tidak sebesar cake pada umumnya.

Dan yang pasti tidak ketinggalan, dokumentasi! Saya akan mendokumentasikan banyak foto dan video dalam pesta ulang tahun Michelle yang pertama.

Yah, ingin dan niat nya sih nge-plan sendiri. Kita liat nanti.

Nah sekarang yang akan saya lakukan adalah research dulu ingin seperti apa pesta nya. Lalu list down kebutuhan seperti pom-pom paperletter balloonspersonalised cake, personalised goodie bag, dan yang tidak boleh ketinggalan: membuat moodboard yang rata-rata saya ambil dari Pinterest. Buat apa moodboard? Ini berguna untuk referensi brithday party 🙂

Kesimpulannya, merayakan ulang tahun anak yang pertama kenapa tidak? Karena ini adalah tahun pertamanya dan tidak ada tahun pertama yang kedua. Jadi saya memilih merayakan ulang tahun Michelle yang pertama dengan ‘terms and condition’ 🙂

Got 60 days to go to Michelle’s first birthday, I’ll make it a happy one.

Posted in Uncategorized

Baby M dan Pengenalan Makanan Pendamping ASI

Jadi kalau dihitung-hitung sampai hari ini, si Michelle sudah masuk bulan ke 3 MPASI. Kalau dibilang lancar banget ya enggak, susah banget ya enggak. Tergantung makanannya apa dan mood.
Serius deh. Michelle udah bisa pilih-pilih makan dari umur 6 bulan 😦 oh, God.

Setelah saya perhatikan, Michelle lebih suka makanan yang manis & baunya wangi. Jadi kalau makanannya adalah ikan, hati ayam dan teman-temannya yang asin sudah pasti membutuhkan effort lebih untuk menyuapi Michelle makan.

Iya, saya pakai metode makan konvensional & romantis aja deh untuk saat ini. Pengen sih coba metode BLW, tapi mental belum siap 😁

***

Sejauh ini menu makanan pendamping ASI Michelle kurang lebih seperti ini:

1 bulan pertama MPASI (usia 6 bulan)

Di minggu-minggu pertama Michelle MPASI saya memperkenalkan havermout dicampur kaldu hati ayam & ASIP. Disaring & SELALU dalam keadaan hangat itu sudah pasti. No salt no sugar. Dan lahapnya bukan main. Menu itu kira-kira saya kenalkan kurang lebih selama 3 hari. Kenapa? Karena menurut buku yang saya baca (saya lupa judulnya) ada baiknya memperkenalkan satu menu kepada anak yang baru makan selama 2-3 hari untuk melihat bagaimana reaksi si anak kepada makanan itu. Apakah ada alergi atau tidak. Puji Tuhan enggak.

Bahan & cara membuatnya kurang lebih seperti ini:

  • ASIP 100ml – sudah dicairkan selama kurang lebih 3 jam
  • Kaldu hati ayam – hati ayam direbus bersama jahe dan wortel yang sudah diparut, lalu saring
  • Havermout 2 sendok makan

Si menu havermout  + kaldu hati ayam + ASIP berlanjut selama kurang lebih 2 minggu. Saya selingi dengan buah pepaya, pisang dan bubur beras merah / kacang hijau setiap harinya supaya nggak bosan.

Lalu saya lanjut mengenalkan ikan tuna kepada Michelle kira-kira di minggu ke 3. Dicampur dengan kentang, wortel, sawi. Saya kasih sedikit bombay dan bawang putih ketika mengukus ikan tuna nya supaya tidak amis.

Bahan & cara membuat:

  • Ikan tuna
  • Bawang bombay
  • Kentang
  • Wortel dipotong kecil
  • Sawi dipotong kecil
  • Semua di steam menggunakan Nutribaby Babymoov
  • Lalu blender. Dan saring

Nah, sejak makan ikan tuna ini Michelle memberikan reaksi kurang cocok. Leher nya mengeluarkan bintik-bintik merah, tapi nggak banyak. Setelah mandi hilang. Tapi saya tetap mencoba memberikan menu yang sama besoknya. Dan reaksi nya sedikit berbeda, bintik-bintik merah tidak muncul sebanyak kemarin, tapi tetap muncul.

Oke kalau begitu, saya stop dulu menu si ikan tuna ini. Selalu saya selingi dengan pepaya, pisang, bubur beras merah atau biskuit bayi.

Bulan ke 2 – ke 3 MPASI (usia 7 sampai ke pertengahan 8 bulan)

Saya sudah mulai tidak menambahkan ASIP ke dalam menu makanan pendamping ASI Michelle. Dan mulai menetapkan jadwal makan Michelle pelan-pelan lebih sering dan sedikit demi sedikit lebih banyak.

Mengenalkan juga untuk minum air putih dari gelas alias sippy cup.

Dan Michelle suka sekali minum air putih dari sippy cup!

Jadi sekarang, kurang lebih jadwal makan Michelle seperti ini:

  • 6 AM – begitu bangun tidur langsung minum ASI. Lalu biasanya lanjut tidur sampai jam 9 atau 10 baru bangun
  • 9 AM / 10 AM – sarapan
  • 1 PM – snack / finger food (biasanya saya kasih buah pepaya / pisang / puding)
  • 4 PM – makan sore
  • 7 PM – biasanya kalau anaknya masih keliatan lapar apalagi ngeliat Mamaya Papaya nya makan pasti ikut ngunyah, saya kasih finger food atau bubur pumpkin butternut

Saya sih prinsipnya selama anaknya mangap dan mau makan, saya kasih aja tapi nggak berlebihan. Karna mau makan sebanyak apa, kalau disodorin nen pasti mangap juga.

***

Nah di usia Michelle yang sudah 9 bulan ini, saya sudah mulai menaikkan tekstur makanan nya pelan-pelan. Karna selain gigi sudah tumbuh ada 4 (dua atas, dua bawah), Michelle juga sudah suka mengunyah dan menggigit. Sebetulnya di umur 6 bulan, saya sudah pernah kasih Michelle makanan utuh as kn finger food yaitu labu rebus. Waktu itu Michelle excited banget, dia langsuhg menggenggam dan menyesap si labu rebus dengan ekspresi wajah bingung dan mikir.

Jadwal makan Michelle sekarang sudah lebih teratur dan semakin banyak. Mamaya nya ikutan semangat dan rajin explore menu baru untuk makanan Michelle. Saya mau share sebagian disini.

Bubur Iga + Kentang rebus halus

Bahan:

  • Iga sapi 6 ruas
  • Sawi satu tangkai
  • Wortel 2 buah
  • Tomat Cherry 5 buah
  • Seledri
  • Bawang Bombay 1/2 butir
  • Bawang Putih 2 butir
  • Jahe 1 ruas
  • Kacang Merah segenggam
  • EVOO secukupnya
  • Kentang 2 buah
  • Unsalted Butter 20 gram

Caranya mah gampang banget, untuk iga nya:

  1. Air 1,5 liter direbus lebih dulu. Biasanya saya pakai air minum tapi not necessary lah toh juga direbus sampai mendidih.
  2. Lalu masukkan jahe parut, bawang putih dan bawang bombay cincang ke dalam air mendidih.
  3. Setelah wangi, masukkan iga. Kurang lebih 30 menit direbus. Dengan api kecil tentunya.
  4. Setelah mendidih, masukkan wortel dan kacang merah – selang 5 menit masukkan sawi, tomat dan seledri.
  5. Selesai deh. Trus saya saring bahan-baha nnya, kaldu nya saya simpan bisa untuk seminggu ke depan.
  6. Bahan-bahan yang disaring, saya blend menggunakan blender dari Nutribaby Babymoov. Dan disimpan di freezer deh menggunakan baby cubes.

Nah untuk cara membuat kentang rebus halus nya gak kalah simpel:

  1. Kentang biasanya setelah saya bersihin, nggak saya kupas, cuma saya iris seperti dibagi empat tapi nggak sampai benar-benar terbagi empat.
  2. Di steam menggunakan Nutribaby Babymoov selama kurang lebih 15 menit. Biasa saya kasih bawang putih sedikit + EVOO sedikit.
  3. Setelah 15 menit. Saya kupas kulit kentang nya menggunakan garpu, jauh lebih gampang daripada dikupas dalam keadaan mentah. Lalu saya haluskan menggunakan garpu juga plus unsalted butter sebanyak 20 gram. Done!

Penyajian ke Michelle biasanya saya ambil si iga + vegetables yang sudah halus dan kaldu nya dari freezer. Cairkan selama 15 menit menggunakan Nutribaby Babymoov. Campur dengan si kentang rebus halus tadi. Perbandingan penyajiannya sih saya nggak ada takaran khusus, yang jelas protein + lemak + sayur porsinya lebih banyak daripada porsi karbo nya. Simple say, it’s 3/4 dan 1/4.

Bulan ke 3 – ke 4 MPASI (Usia pertengahan 8 sampai 9 bulan)

Mengingat Michelle menunjukkan tanda alergi ikan laut di usia 6 bulan saat saya beri ikan tuna, selama usia 7 sampai pertengahan 8 bulan saya kurangi frekuensi menu ikan. Kalaupun ikan, saya beri ikan air tawar seperti patin, gabus atau bawal.

Tapi suami penasaran ingin mencoba memberikan ikan salmon. Oke deh, saya pikir boleh dicoba. Buat selingan menu.

Jadilah saya beli salmon. Pertama kali saya coba buat dipanggang. Bahannya gampang:

  • Ikan salmon
  • Bawang putih
  • Jahe satu ruas jari
  • EVOO
  • Unsalted butter
  • Brokoli
  • Wortel
  • Bawang bombay
  • Kentang rebu halus

Caranya:

  1. Ikan salmon di marinate dengan EVOO, bawang putih cincang. Diamkan 10 menit aja.
  2. Panggang selama 15 menit setiap sisi nya. Please note, setiap sisi ya. Supaya yakin setiap sisi matang. Waktu dipanggang, saya masukkan jahe supaya harum. Lalu angkat.
  3. Untuk sayurnya, brokoli dan wortel saya tumis menggunakan unsalted butter, bawang putih dan bawang bombay. Lalu blend.
  4. Salmon panggang, saya suwir-suwir. Nggak di blend kal ini.

Penyajian ke Michelle as simple as taruh kentang rebus halus 2 sdm, campur salmon yang sudah disuwir dengan sayur yang sudah di blend. Hap hap hap! 10 menit bowl down! Happy me!

Sebetulnya masih banyak resep makanan yang ingin saya share tapi better d blog post selanjutnya. Juga cemilan aka finger food favorit Michelle!

Posted in Life, Uncategorized

Baby M dan (Perlengkapan) MPASI

Ba-by (noun) a little bit of heaven sent down to earth

Gak terasa, baby M sudah masuk fase MPASI. Masih ingat di kepala saya ketika Michelle pertama kali tertawa ngakak waktu itu percaya gak percaya masih usia belum 2 minggu. Saya sendiri juga sampai kaget, bisa yah habis minum kenyang dalam keadaan tidur baby M ketawa hihi. Dan betapa relieved nya si suami ketika tahu baby M sudah bisa digendong sedikit effortless karena baby M sudah cukup kuat untuk menyangga kepala nya sendiri.

Kalau dihitung-hitung usia baby M hari ini sudah 7 bulan 2 minggu. YEAY! Dan sudah mulai makan makanan pendamping ASI aka singkatnya MPASI di usia tepat 6 bulan kemarin di tanggal 13 April 2016. Makanan pertama yang saya kasih waktu itu buah pepaya dan bubur beras merah. Dan baby M suka banget yang namanya bubur beras merah –just like her MomBelieve it or not, I used to ngegadoin bubur beras merah back then when I was at elementary school, even now I still like it

*************

Sebetulnya kalau boleh jujur, dari usia baby M masih 3 bulan saya sudah mulai sibuk hunting dan review perlengkapan MPASI yang affordable dan usefullWorth the value aja sih. Nggak perlu ber-merk, yang penting long lasting dan bisa buat investasi untuk adiknya nanti 😉 hihi

Awalnya memang agak bingung dan bisa dibilang lapar mata, lihat barang lucu sedikit, langsung chat online shop nya lewat whatsapp untuk cari tahu harganya. Tapi setelah baca review sana sini, dan terutama trial and error sendiri pastinya, saya senyumin aja itu list panjang saya berisi wishlist perlengkapan MPASI baby M.

Disini saya cuma mau sharing sekaligus review, perlengkapan MPASI apa aja sih yang perlu dan nggak perlu. Versi saya pastinya ya. Mudah-mudahan sih membantu buat mommies dan atau mom-to-be out there. Karena, sharing is caring, right?

Nah, hasil review online shop Instagram sana sini, blog sana sini, akhirnya list perlengkapan MPASI baby M jadilah seperti ini:

Food Processor

Tadinya saya kesengsem gila-gilaan deh sama yang namanya BEABA Babycook, bentuknya lucu banget. Ringkas & praktis kalau mau dibawa travelling. Tapi setelah saya pikir-pikir kok over pricey deh kalau hanya untuk food processor saya harus menghabiskan hampir 3juta rupiah. No way! Jadi, pilihan saya jatuh ke Babymoov Nutribaby.

Itu pun saya dapet rekomendasi dari pegawai di toko Fany Babyshop. Dan, saat itu juga saya jatuh cinta and brought home this thing.

Review saya sih sejauh ini pakai Babymoov Nutribaby ini suka banget. Karena nggak hanya untuk steam dan blender, tapi bisa juga jadi sterilizer loh. Dan muat sampai 4 botol ukuran botol baby M yang kecil. Fitur-fiturnya banyak, menarik. Adjustable. Hanya saja minus point nya adalah tidak seringkas BEABA Babycook untuk dibawa travelling. Tapi no probs lah, wong saya juga jarang travelling.

Jadi, kalau menurut saya, it’s a YES banget buat Babymoov Nutribaby. Value for the money nya oke!

Ini dia penampakan si Nutribaby Babymoov yang serbaguna

Harga: IDR 1,800,000

Beli di: ITC Kuningan, Fany Babyshop

Feeding Set

Nah, kalau feeding set saya lumayan dapat banyak kado ketika baby M baru lahir. Jadi saya juga nggak ribet beli dan nyari sih. Pakai dan manfaatkan yang ada.

Salah dua penampakan feeding set yang saya dapat dari pemberian saudara dan teman, masih ada beberapa yang belum saya buka

Eh tapi, ada istri teman saya yang sharing anak itu ternyata cukup pintar untuk menghafal warna si tempat makan. Jadi saran dari teman saya adalah sebisa mungkin mengganti tempat makan setiap pemberian makan kepada anak. Dan memang iya, baby M sudah bisa mulai menghafalkan warna tempat makan dan sendoknya. Seringkali buang muka kalau saya sodorkan sendok, kadang saya suapi dengan tangan.

Food Container

Sesuai dengan rekomendasi dari pegawai di toko, saya pilih baby cubes untuk menyimpan makanan Michelle di freezer. Karena selain isinya banyak (ada 8 cubes), dan murah 😉 jadi seorang Ibu itu harus pintar-pintar loh memanfaatkan yang ada.

Ini dia penampakan si baby cubes. Satu set isi 8 cubes. Gambar difoto ini ada 3 set cubes yang di stack menjadi satu

Harga: IDR 100,000

Beli di: ITC Kuningan, Fany Babyshop

Talenan dan Pisau

Sebenarnya yang ini opsional. Jujur saya beli talenan dan pisau terpisah yang berbeda khusus untuk mengeksekusi makanan-makanan untuk si baby M tapi ujung-ujungnya juga kadang Papaya nya yang pakai untuk mengeksekusi bisnis nya sendiri. Jadi yah, balik lagi ke kebutuhan.

Harga: Sekitar IDR 70,000

Beli di: Hypermart, Pejaten Village

Tempat Snack

Yang ini sebenarnya awalnya karena lapar mata dan kelihatan lucu. Tapi turns out malah kepake banget. Jadi saya beli snack tower nya Munchkin dan snack-a-pillar nya Dr.Browns. Awalnya sih mikir cuma untuk naro cemilan si baby M kan kalau lagi jalan ke mall atau ke luar kemana aja deh. Eh ternyata, kepake banget nget nget nget. Jadi si snack tower kepake untuk naro finger food nya baby M terus kalau si snack-a-pillar untuk naro makanan yang agak besar atau biasanya buat tempat pacifier nya baby MYES! Finally!

Nah ini snack tower fave!! Sangat usefull dan praktis! Recommended banget deh

Harga snack tower Munckin: IDR 126,000

Ini juga kepake banget buat bawa makanan Michelle atau taro pacifier di dalemnya. Rcommended!!

Harga snack-a-pillar Dr. Browns: IDR 140,000

Beli di: ITC Kuningan, Fany Babyshop.

Bib / Slaber

Saya dari awal sudah suka banget sama bib yang berbahan silicon. Jadi kalau kotor tinggal cuci dan lap. Jadilah saya beli bib roll-n-go dari Tommee Tippee. Dan iya, usefull banget! Dan satu lagi, ringkas kalau mau dibawa kemana-mana. Karena sesuai judulnya, tinggal di roll trus go deh.

Bib favorit! Praktis dan gampang dibawa kemana-mana.

Harga: sekitaran IDR 50,000 – IDR 52,000 (saya lupa)

Beli di: ITC Kuningan, Fany Babyshop

*************

Baru itu aja sih yang saya ingat saya beli untuk perlengkapan MPASI baby M. Kalau bicara resep mah, saya apa adanya aja. Bisanya apa, saya olah deh. Nanti saya coba share juga untuk menu MPASI si baby M juga. Tapi sejauh ini untuk metode makan MPASI sih, si baby M belum pakai metode BLW, masih konvensional: disuapi Mamaya nya 😉 well that’s romantic I think.

Well then mommies and mom-to-be out there, choose wisely. Jangan karena teman bilang ini itu, atau karena gengsi & prestige untuk memiliki suatu barang dengan merk tertentu. Yang paling penting sesuaikan kebutuhan dengan budget.

Itu benar memang bahwa kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi yang terbaik bukan berarti selalu bisa memberikan yang pricey alias mahal. Tapi kita bisa memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita.

Cheers!

Agnes

Posted in Uncategorized

Baby M & Her First Experience at Mom N Jo (Bintaro Branch)

Finally setelah menginjak bulan ke empat, baby M sempat juga nyobain baby spa di Mom N Jo. Kebetulan lagi mau main ke rumah Akik Ninik buyut nya di sektor satu, jadi sekalian deh.

Awalnya sempet browsing baby spa mana yang paling recommended dan deket-deket daerah rumah saya atau paling nggak daerah Jakarta Selatan. Ternyata ada lumayan banyak baby spa di Jakarta, ada The Baby Spa letaknya di Bintaro sektor 3. Lalu ada Bubble N Me yang branch nya lumayan banyak. Tapi pilihan saya & suami jatuh ke Mom N Jo, kebetulan juga temen-temen pada merekomendasikan ke situ. Jadi, yasudah saya coba ke Mom N Jo.

Sehari sebelum, saya sudah melakukan reservasi karena kalau go show bisa nggak kedapetan tempat & waiting list. Kebetulan saya dapetnya hari Sabtu jam 4 sore, jadi pas deh sama jam mandi sore baby M. Waktu pertama masuk ke Mom N Jo, saya disambut cukup ramah oleh mba-mba di resepsionis. Kebetulan sedang ada customer yang sedang mengisi form, kayanya first timer juga nih kaya baby M. Nggak lama setelah si customer beranjak, saya & suami dipersilakan duduk untuk mengisi form pendaftaran juga.

Sebelum masuk ke ruangan, baby M ditimbang berat badan & diukur suhu tubuhnya. Lalu setelah itu, kami dipersilakan masuk ke dalam ruangan. Kebetulan baby M kebagian ruangan yang di luar di depan kolam ikan. Oh iya untuk parents yang mendampingi harus sedia kaos kaki ya, karena kalau mau masuk ke dalam ruangan harus menggunakan kaos kaki.

 

Eh ada Papaya di pojokan :p

*

Begitu masuk, babystretching dulu. Oh iya sebelum memasukkan baby M ke dalam kolam mini nya, si mba-mba nya meminta saya untuk memastikan apakah suhu air nya sudah sesuai (tidak terlalu dingin, tidak terlalu panas). Setelah mendapatkan approval dari saya, barulah baby M masuk ke dalam kolam mini nya untuk berenang. Sambil digendong, si mba-mba nya perlahan menurunkan baby M ke dalam air, mulai dari kaki nya, kemudian ke perut sampai kemudian seluruh badan nya terendam air. Awalnya baby M keliatan agak takut, tapi nggak sampai hitungan ke tiga, baby M sudah keliatan enjoy & mulai dapet chemistry nya.

Baby M as first timer, swimming at Mom N Jo 🙂 

Even mba-mba nya agak surprise, karena as first timer baby M lumayan kooperatif & kuat sampai 20 menit. Biasanya first timer only last for only 15 menit, lalu setelah itu cranky karena kelelahan. Setelah 20 menit renang, lalu sesi ke dua adalah massage.

Setelah berenang, baby M diangkat & diletakkan di matras untuk di massage. Untuk massageMom N Jo menggunakan grape oil seed jadi nggak sticky di kulit baby M. Seharusnya sih sesi massage nya selama 40 menit, tapi kayanya nggak sampai deh. Kira-kira 25-30 menit lah.

Baby M got massaged while watching Barney on TV (or licking her fingers)

Untuk sesi renang & massage di Mom N Jo ini harganya cukup affordable kok, seharga Rp 275.000. Tapi kalau mommies mau lebih hemat, Mom N Jo ada paket 12x paket seharga Rp 1.500.000. Jadi kalau sekali datang paket nya renang & massage, terhitung 2x. Kalau suami saya hitung-hitung sih, lebih hemat Rp 25.000. Eh tapi ada tapi nya lagi nih, unfortunately untuk paket ini belum terintegrasi dengan branch yang lain. Jadi kalau misal mommies ambil paket di Dharmwangsa, tidak bisa digunakan di branch Bintaro. Same the other way around.

*

Overall, saya sukaaaa sekali pelayanan di Mom N Jo, suka juga ambience nya & rasanya homey banget. Karena memang desain interior & exterior nya rumahan banget. Jadi anak-anak juga nyaman. Emaknya juga hehe. Definitely will go back over and over again sih. Dan belum kepikiran untuk nyobain baby spa di tempat lain. Me and hubby likey.  Intinya, recommended!