Posted in Uncategorized

Michelle and Her First Experience to Stay at Hospital

Jadi ceritanya minggu lalu bisa dibilang minggu paling challenging buat saya as a Mother. Ya, Michelle kena DB.
Awalnya hari Senin lalu, Michelle alergi karena saya masakin ikan dori steam, biasanya ngga kenapa-napa. Tapi kebetulan lagi beli beda merk terus jadi gatal-gatal dia nya. Malam nya saya bawa ke RSIA Kemang Medical Care, dikasih obat Celestamine. Done.

Long story short, di hari Selasa malam ke hari Rabu pagi Michelle demam yang pelan-pelan naik. Suami & saya memutuskan untuk langsung bawa ke RSIA KMC lagi. Dan kebetulan karena masih pagi, poli anak belum terlalu ramai. Saya coba ke dsa Anita -tadinya saya ke dsa Amy (Ni Ketut), tapi karena dapat rekomendasi dari teman kantor katanya dr Anita orangnya sangat enak saya & suami coba deh.

Dan benar saja, orang nya sangat-sangat informatif, objektif & bisa menenangkan kami yang masih terhitung new parents. Katanya:

Bu, Pak, ini anaknya masih pecicilan gini. Masih ceria. Dan ini demamnya masih di hari ke 0 yah hitungannya, jadi sebetulnya belum perlu dibawa ke dokter. Diobservasi aja. Kalau demamnya sudah di atas 38, diberi tempra atau sanmol -kalau masih naik, minimal per 4 jam bisa diberi tempra atau sanmol lagi. Nanti kalau sudah masuk di hari ke 4 masih demam juga, anak lemas.. Nah baru kita cek darah ya Bu, Pak.

Oke kalau gitu, kami pulang dengan hati tenang. Sampai di rumah, kami beri Michelle sanmol drop. Benar saja, demamnya turun. Anaknya masih aktif, ceria & dolan sana sini. Sampai hari Kamis – Jumat memang masih demam tapi nggak tinggi, tapi nafsu makan sudah mulai turun.

Again, long story short, dalam satu minggu kemarin saya sudah mengunjungi RSIA KMC sebanyak 4x. Dari hari Senin malam, Rabu pagi, Minggu sore & Minggu malam.

Setelah cek darah pertama. Tertidur pulas sembari menunggu hasil lab.

Dan di hari Minggu malam, setelah cek darah. Diputuskan Michelle dirawat inap -itupun sudah ganti dsa. Karena menurut dr Anita masih belum perlu dirawat. Tapi kami sebagai orang tua, nggak tenang terutama suami saya yang sangat ngotot & keukeuh untuk supaya Michelle dirawat.
Setelah ganti dsa -kembali ke dr Amy. Barulah dr Amy menyetujui untuk rawat inap. Dan cukup drama waktu memasukkan jarum infus. Butuh waktu 2 hari untuk Michelle akhirnya nggak trauma lagi melihat suster berseragam orange dan dokter berjas putih.

Senin pagi jam setengah 6, Michelle kembali diambil darahnya untuk cek trombosit. Dan benar saja, trombositnya turun dibanding hasil cek darah malam tadi. Waktu dr Amy visit pun, sudah di-confirm kalau Michelle positif terkena DB. Dan disarankan untuk dirawat inap selama paling tidak 5 hari -karena demam DB siklusnya pasti 7 hari dengan asumsi perhitungan demam hari 1 nya di hari Rabu. Jadi, seharusnya hari Rabu sudah tidak demam lagi karena hari Rabu sudah masuk hari ke 8.

Begitu seterusnya selama 5 hari setiap pagi jam 6, Michelle diambil darahnya untuk cek trombosit. Mama hatinya cenat cenut, nak. Tapi tetap harus kuat. Supaya Michelle lebih kuat lagi. Karena Michelle butuh Mama untuk merawat Michelle & menghibur Michelle kalau mual-mual nya datang, ngilu-ngilu di badan Michelle datang. Dan Mama pun butuh Michelle untuk kembali sehat & jadi mood booster Mama untuk menjalani hari-hari ๐Ÿ™‚

Dan Puji Tuhan, selama 5 hari dirawat inap, Michelle sungguh anak yang sangat kooperatif. Considering shes just a 1 year 5 months old. I mean, dia bisa menerima dengan bakk ketika suster datang setiap saat secara rutin entah itu menyuntikkan antibiotik ke selang infus, memasukkan beberapa obat-obatan melalu spet –literally she was just sat there and willingly took all the medications as if she knows that she has no choice but taking them all so that she could play (read healthy) again. Mamaya proud of you, nak. Sungguh.

Hari ke-5 di rumah sakit. Hari Kamis pagi. Terakhir Michelle diambil darah, dan ketika dr Amy visit hasil lab sudah keluar & hasilnya trombosit sudah berangsur naik, demam pun sudah dari hari Rabu tidak naik ๐Ÿ™‚ dan Michelle boleh pulang. Rasanya semua penat di bahu & kepala HILANG. Setelah bermalam-malam tidur nggak tenang karena takut kalau-kalau demamnya naik & trombosit nggak kunjung naik.. Puji Tuhan. Puji Tuhan. Puji Tuhan.

Highlight di hari Kamis yang bikin saya terharu adalah ketika suster datang untuk mencabut jarum infus. Michelle masih tidur. Pelan-pelan suster buka bebatan di tangan kanan Michelle -karena infus anak kecil harus dibebat dengan diganjal semacam gabus supaya tidak mudah copot selangnya. Michelle perlahan bangun, membuka matanya. Celingak-celinguk. Melihat susternya. Yep, no crying. No yelling. Terakhir ketika bekas selangnya dibungkus kapas, Michelle perlahan mengangkat tangan kanannya. Menatap tangan kanannya dengan heran, mungkin kalo saya bisa baca pikirannya, dia lagi mikir, “Eh tangan gue udah enak nih. Nggak ada buntelan dan selang kampret kemarin. Bikin susah movement gue aja” hehe. Mukanya priceless!! Dan saya terharu. Cengeng ya? Biar aja deh.


Next thing I know, Michelle dengan bete melepas plester kapas di tangan kanannya lalu menekan gemas di bagian bekas luka nya. Dendam kali kau, nak. Hahaha.


Lega sekali rasanya.

PR saya & suami sekarang adalah sabar menjalani after effect DB nya. Karena menurut dr Amy, nafsu makannya akan kembali paling tidak 2 minggu setelah sembuh. Meanwhile, saya kasih apapun yang dia mau makan -daripada nggak ada yang masuk sama sekali.

Anyways, trombosit Michelle dari hari Minggu malam adalah 161rb, lalu hari Senin turun menjadi 152rb, di hari Selasa menjadi 119rb, lalu di hari Rabu menjadi 117rb, dan terakhir di hari Kamis berangsur naik menjadi 134rb. All thanks to doggie soup. Yep, you heard me right. Sup anjing ๐Ÿ™‚ 

Adios!

Advertisements

Author:

Simply blessed by God's love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s