Posted in Uncategorized

Baby M dan Pengenalan Makanan Pendamping ASI

Jadi kalau dihitung-hitung sampai hari ini, si Michelle sudah masuk bulan ke 3 MPASI. Kalau dibilang lancar banget ya enggak, susah banget ya enggak. Tergantung makanannya apa dan mood.
Serius deh. Michelle udah bisa pilih-pilih makan dari umur 6 bulan ūüė¶ oh, God.

Setelah saya perhatikan, Michelle lebih suka makanan yang manis & baunya wangi. Jadi kalau makanannya adalah ikan, hati ayam dan teman-temannya yang asin sudah pasti membutuhkan effort lebih untuk menyuapi Michelle makan.

Iya, saya pakai metode makan konvensional & romantis aja deh untuk saat ini. Pengen sih coba metode BLW, tapi mental belum siap ūüėĀ

***

Sejauh ini menu makanan pendamping ASI Michelle kurang lebih seperti ini:

1 bulan pertama MPASI (usia 6 bulan)

Di minggu-minggu pertama Michelle MPASI saya memperkenalkan havermout dicampur kaldu hati ayam & ASIP. Disaring & SELALU dalam keadaan hangat itu sudah pasti. No salt no sugar. Dan lahapnya bukan main. Menu itu kira-kira saya kenalkan kurang lebih selama 3 hari. Kenapa? Karena menurut buku yang saya baca (saya lupa judulnya) ada baiknya memperkenalkan satu menu kepada anak yang baru makan selama 2-3 hari untuk melihat bagaimana reaksi si anak kepada makanan itu. Apakah ada alergi atau tidak. Puji Tuhan enggak.

Bahan & cara membuatnya kurang lebih seperti ini:

  • ASIP 100ml – sudah dicairkan selama kurang lebih 3 jam
  • Kaldu hati ayam – hati ayam direbus bersama jahe dan wortel yang sudah diparut, lalu saring
  • Havermout 2 sendok makan

Si menu havermout  + kaldu hati ayam + ASIP berlanjut selama kurang lebih 2 minggu. Saya selingi dengan buah pepaya, pisang dan bubur beras merah / kacang hijau setiap harinya supaya nggak bosan.

Lalu saya lanjut mengenalkan ikan tuna kepada Michelle kira-kira di minggu ke 3. Dicampur dengan kentang, wortel, sawi. Saya kasih sedikit bombay dan bawang putih ketika mengukus ikan tuna nya supaya tidak amis.

Bahan & cara membuat:

  • Ikan tuna
  • Bawang bombay
  • Kentang
  • Wortel dipotong kecil
  • Sawi dipotong kecil
  • Semua di¬†steam menggunakan Nutribaby Babymoov
  • Lalu blender. Dan saring

Nah, sejak makan ikan tuna ini Michelle memberikan reaksi kurang cocok. Leher nya mengeluarkan bintik-bintik merah, tapi nggak banyak. Setelah mandi hilang. Tapi saya tetap mencoba memberikan menu yang sama besoknya. Dan reaksi nya sedikit berbeda, bintik-bintik merah tidak muncul sebanyak kemarin, tapi tetap muncul.

Oke kalau begitu, saya stop dulu menu si ikan tuna ini. Selalu saya selingi dengan pepaya, pisang, bubur beras merah atau biskuit bayi.

Bulan ke 2 – ke 3 MPASI (usia 7 sampai ke pertengahan 8 bulan)

Saya sudah mulai tidak menambahkan ASIP ke dalam menu makanan pendamping ASI Michelle. Dan mulai menetapkan jadwal makan Michelle pelan-pelan lebih sering dan sedikit demi sedikit lebih banyak.

Mengenalkan juga untuk minum air putih dari gelas alias sippy cup.

Dan Michelle suka sekali minum air putih dari sippy cup!

Jadi sekarang, kurang lebih jadwal makan Michelle seperti ini:

  • 6 AM – begitu bangun tidur langsung minum ASI. Lalu biasanya lanjut tidur sampai jam 9 atau 10 baru bangun
  • 9 AM / 10 AM – sarapan
  • 1 PM – snack / finger food (biasanya saya kasih buah pepaya / pisang / puding)
  • 4 PM – makan sore
  • 7 PM – biasanya kalau anaknya masih keliatan lapar apalagi ngeliat Mamaya Papaya nya makan pasti ikut ngunyah, saya kasih finger food atau bubur pumpkin butternut

Saya sih prinsipnya selama anaknya mangap dan mau makan, saya kasih aja tapi nggak berlebihan. Karna mau makan sebanyak apa, kalau disodorin nen pasti mangap juga.

***

Nah di usia Michelle yang sudah 9 bulan ini, saya sudah mulai menaikkan tekstur makanan nya pelan-pelan. Karna selain gigi sudah tumbuh ada 4 (dua atas, dua bawah), Michelle juga sudah suka mengunyah dan menggigit. Sebetulnya di umur 6 bulan, saya sudah pernah kasih Michelle makanan utuh as kn finger food yaitu labu rebus. Waktu itu Michelle excited banget, dia langsuhg menggenggam dan menyesap si labu rebus dengan ekspresi wajah bingung dan mikir.

Jadwal makan Michelle sekarang sudah lebih teratur dan semakin banyak. Mamaya nya ikutan semangat dan rajin explore menu baru untuk makanan Michelle. Saya mau share sebagian disini.

Bubur Iga + Kentang rebus halus

Bahan:

  • Iga sapi 6 ruas
  • Sawi satu tangkai
  • Wortel 2 buah
  • Tomat Cherry 5 buah
  • Seledri
  • Bawang Bombay 1/2 butir
  • Bawang Putih 2 butir
  • Jahe 1 ruas
  • Kacang Merah segenggam
  • EVOO secukupnya
  • Kentang 2 buah
  • Unsalted Butter¬†20 gram

Caranya mah gampang banget, untuk iga nya:

  1. Air 1,5 liter direbus lebih dulu. Biasanya saya pakai air minum tapi not necessary lah toh juga direbus sampai mendidih.
  2. Lalu masukkan jahe parut, bawang putih dan bawang bombay cincang ke dalam air mendidih.
  3. Setelah wangi, masukkan iga. Kurang lebih 30 menit direbus. Dengan api kecil tentunya.
  4. Setelah mendidih, masukkan wortel dan kacang merah – selang 5 menit masukkan sawi, tomat dan seledri.
  5. Selesai deh. Trus saya saring bahan-baha nnya, kaldu nya saya simpan bisa untuk seminggu ke depan.
  6. Bahan-bahan yang disaring, saya blend menggunakan blender dari Nutribaby Babymoov. Dan disimpan di freezer deh menggunakan baby cubes.

Nah untuk cara membuat kentang rebus halus nya gak kalah simpel:

  1. Kentang biasanya setelah saya bersihin, nggak saya kupas, cuma saya iris seperti dibagi empat tapi nggak sampai benar-benar terbagi empat.
  2. Di steam menggunakan Nutribaby Babymoov selama kurang lebih 15 menit. Biasa saya kasih bawang putih sedikit + EVOO sedikit.
  3. Setelah 15 menit. Saya kupas kulit kentang nya menggunakan garpu, jauh lebih gampang daripada dikupas dalam keadaan mentah. Lalu saya haluskan menggunakan garpu juga plus unsalted butter sebanyak 20 gram. Done!

Penyajian ke Michelle biasanya saya ambil si iga + vegetables¬†yang sudah halus dan kaldu nya¬†dari freezer. Cairkan selama 15 menit menggunakan Nutribaby Babymoov. Campur dengan si kentang rebus halus tadi. Perbandingan penyajiannya sih saya nggak ada takaran khusus, yang jelas protein + lemak + sayur porsinya lebih banyak daripada porsi karbo nya. Simple say, it’s 3/4 dan 1/4.

Bulan ke 3 – ke 4 MPASI (Usia pertengahan 8 sampai 9 bulan)

Mengingat Michelle menunjukkan tanda alergi ikan laut di usia 6 bulan saat saya beri ikan tuna, selama usia 7 sampai pertengahan 8 bulan saya kurangi frekuensi menu ikan. Kalaupun ikan, saya beri ikan air tawar seperti patin, gabus atau bawal.

Tapi suami penasaran ingin mencoba memberikan ikan salmon. Oke deh, saya pikir boleh dicoba. Buat selingan menu.

Jadilah saya beli salmon. Pertama kali saya coba buat dipanggang. Bahannya gampang:

  • Ikan salmon
  • Bawang putih
  • Jahe satu ruas jari
  • EVOO
  • Unsalted butter
  • Brokoli
  • Wortel
  • Bawang bombay
  • Kentang rebu halus

Caranya:

  1. Ikan salmon di marinate dengan EVOO, bawang putih cincang. Diamkan 10 menit aja.
  2. Panggang selama 15 menit setiap sisi nya. Please note, setiap sisi ya. Supaya yakin setiap sisi matang. Waktu dipanggang, saya masukkan jahe supaya harum. Lalu angkat.
  3. Untuk sayurnya, brokoli dan wortel saya tumis menggunakan unsalted butter, bawang putih dan bawang bombay. Lalu blend.
  4. Salmon panggang, saya suwir-suwir. Nggak di blend kal ini.

Penyajian ke Michelle as simple as taruh kentang rebus halus 2 sdm, campur salmon yang sudah disuwir dengan sayur yang sudah di blend. Hap hap hap! 10 menit bowl down! Happy me!

Sebetulnya masih banyak resep makanan yang ingin saya share tapi better d blog post selanjutnya. Juga cemilan aka finger food favorit Michelle!

Advertisements

Author:

Simply blessed by God's love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s