Posted in Life, Uncategorized

Fany Baby Shop and a little disappoinment

Hai mommies! Mau cerita sedikit mengenai kekecewaan saya sama Fany Baby Shop nih.

Jadi sekitar 2 minggu lalu saya & suami pergi ke ITC Ambassador, ceritanya mau nge-laundry stroller si baby M. Tadinya saya & suami udah mau laundry di salah satu toko bayi di lantai paling bawah (satu lantai di atas Carrefour). Tapi pas ke Fany Baby Shop mau beli sleepsuit yang onesie gitu, si suami ngecek ternyata di Fany Baby Shop menyediakan stroller laundry service. Akhirnya jadilah stroller nya si baby M di laundry di sini. Harga nya sih lebih mahal 50ribu dari yang di bawah, tapi berhubung suami udah percaya nya sama si Fany Baby Shop yaudahlahya disini aja.

Mas nya clearly bilang, “Biasanya sih seminggu Pak tapi 3 hari paling juga udah ready. Tapi nanti kita kabarin via sms ya Pak kalau strollernya sudah ready

Okay kalo gitu. Paling 5 hari juga dikabari via sms kalau stroller udah ready bisa diambil. Tapi tunggu punya tunggu, sms kabar nggak datang juga. Hari Sabtu saya inget banget suami udah ingetin saya untuk telfon Fany Baby Shop untuk menanyakan mengenai stroller. Akhirnya hari Sabtu sekitar jam 2 siang saya juga lupa, saya telfon Fany Baby Shop di nomor 02196969264. Tapi nggak pernah nyambung. Sampai akhirnya saya lupa karena keasikan ngurusin si baby M.

Akhirnya suami memutuskan untuk yaudahlah kita go show aja ke Fany Baby Shop, harusnya udah kelar dong ya wong sudah seminggu. Saya & suami hari Minggu siang ke Fany Baby Shop. Sesampainya di sana, ada 2 mas-mas kalau nggak salah lagi duduk sambil main handphone.

“Mas, mau nanya untuk stroller Nuna Mixx warna hitam apa sudah ada? Minggu lalu hari Sabtu saya ada taro untuk di laundry. Katanya mau di sms tapi kok nggak ada kabar sama skali?”, suami saya nyamperin – ini masih pakai nada normal.

Masih di posisi agak santai, si mas yang baju merah langsung berdiri. Disitu masih tanpa jawaban. No apologies yet no further explanation.

Disitu saya melongok ngikutin kemana si mas baju merah pergi. Rupanya si mas ngambil stroller Nuna Mixx saya. Saya langsung nyamber aja, “Iya itu tuh mas stroller nya”

Suami langsung main ambil stroller & main pergi aja. Saya bilang, “Yang, buka aja langsung pake. Mayan nih gendongin baby M”. Akhirnya suami langsung bongkar plastiknya. Daaannnn… JENG JENG! Pas dibuka, strollernya masih lembab dooongggg pad nya. Sabuknya juga nggak ada. Trus kaya semacam canopynya agak keriting gitu jadinya. Saya sama suami langsung histeris. Mata melotot. Tapi saya berusaha stay cool, pendam emosi karena suami udah lebih emosi. Ceritanya biar keliatan wise wife gitu lho :p

Long story short, suami saya makin menjadi marahnya karena pihak Fany Baby Shop nya nggak ada itikad baik untuk at least minta maaf. Suami saya minta dipanggil yang punya. Datanglah si kokoh2 yang punya Fany Baby ShopStill no apologies! Dan yang bikin saya makin drop adalah jawaban si kokoh yang enteng banget,

“Harusnya kalau tau bakal begini, gak usah diambil aja order nya. Ini bukan masalah uang, bukan masalah uang nya. Soalnya ini kita lempar lagi ke orang lain untuk cuci strollernya”

LAH KOH INI UDAH KEJADIAN JAWABAN LO BEGITU? Dalem hati saya ngedumel cuma gengsi ditahan aja daripada keliatan kampung marah2 kan.

Suami saya makin emosi, “Lah tapi kan kita taunya Fany Baby Shop, kita mah ga peduli lo mo pake third party siapa kek, pokonya di bon tulisannya Fany”. KICEP itu si kokoh gatau mau bilang apa, cuma nunduk sambil utak atik handphonenya berusaha menghubungi si vendor yang nyuci stroller.

Disitu saya langsung blacklist Fany Baby Shop. Nggak ada lagi belanja belenji disitu. Buat saya itu kokoh TIDAK MENGHARGAI customer. Dan saya orangnya cukup sensi kalau soal begini-begini. Dimana-mana namanya customer itu raja, mau semurah apa kek transaksi saya di Fany Baby Shop, mereka HARUS menghargai si customer. Saya nggak menyalahkan si mas-mas, karena kita mau mengharapkan apa sih dari mas-mas yang maaf ya, bukannya merendahkan tapi sejauh apa sih pendidikan yang ditempuh mas-mas ini? Mereka cuma pekerja yang cari uang di Fany Baby Shop. Mau mengharapkan attitude sopan santun? Mana bisa…. Disini yang saya lihat paling bertanggungjawab atas permintaan maaf adalah si owner Fany Baby Shop. Nggak peduli third party apa yang dia pakai untuk laundry stroller, yang jelas di bon nya tertulis Fany Baby Shop.

Tapi kalau dipikir-pikir yaudahlah, wong saya juga butuh bebelian barang di Fany secara barang-barang di situ murah meriah & lumayan lengkap. Saya juga nggak akan berhenti merekomendasikan saudara, keluarga & teman kalau ada yang mau beli keperluan bayi di Fany Baby Shoptapi kalau untuk urusan laundry stroller mungkin nggak di Fany Baby Shop lagi ya. Lebih baik saya ke toko lain deh. Daripada daripada kan ya..

Anyway, 3 hari setelah hari Minggu sekitar hari Rabu saya dapet sms dari Fany Baby Shop. Pemberitahuan bahwa stroller nya sudah bisa diambil. Bagus deh udah langsung merubah service setelah ada kejadian. Dan pas hari Sabtu nya saya ambil sama suami, stroller udah keadaan oke. Kering & bagian kanopi nya udah syukur puji Tuhan nggak sekeriting minggu lalu.

*

Dear mommies out there, dengan mempublikasikan tulisan ini bukan berarti saya mau mencemarkan nama baik Fany Baby Shop, tapi saya cuma mau mengabadikan aja kejadian ini. Dan agar supaya (cailah) mommies bisa mengambil pelajaran dari kejadian saya menggunakan stroller laundry service di Fany Baby Shop. Tapi selain daripada stroller laundry service nya, oke kok barang-barang & pelayanan mba-mba nya.

Saya juga akan tetap belanja belenji keperluan mpasi baby M di Fany Baby Shop hihi. Mpasi  nya babyis around the corner!

Advertisements

Author:

Simply blessed by God's love.

4 thoughts on “Fany Baby Shop and a little disappoinment

  1. aku juga nih bun belanja di sana.. aku beli baju tangan panjang cuma 3 pcs (1 pack) diinputnya 2 pack .. yaa walaupun cuma 70ribu, tapi kayanya kesel .. huhuhu .. harus lebih teliti lagi .. no tlp nya sibuk terus…

    1. Hi Mba Putri,

      Memang sih Mba.. Hari gini dimana-mana kalau beli segala sesuatu wajib dan harus double check receipt atau struk deh.

      Kalau nggak, ada aja human error nya. Mudahan nggak keulang lagi ya 🙂

  2. Tapi maaf ya saya agak ga suka ngungkit masalah pendidikan, sbnarnya bukan salah pendidikannya rendah kalo dia ga bisa santun, banyak org yg santun walaupun cuma tamatan SD, semua kembali kepribadinya

    1. We all free to have our own opinion. But I believe the higher education you get the higher level of understanding on how to interact with other people you have 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s