Posted in Uncategorized

Prego Story (2) – Survey Rumah Sakit Bersalin di Jakarta Selatan

Melanjuti blog posting saya sebelum nya disini, di postingan ini saya mau update mengenai harga-harga dan fasilitas apa yang didapat di beberapa Rumah Sakit Bersalin maupun Rumah Sakit Umum dengan harga-harga yang mereka patok.

Setelah hari Sabtu lalu check up dan senam hamil ditemenin suami, hari Minggu nya kami keliling dari satu Rumah Sakit ke Rumah Sakit lain untuk survey harga kamar dan melihat bentuk kamar plus fasilitas apa yang di provide. Ada 3 Rumah Sakit yang saya dan suami survey, yaitu RSU Bunda – Margonda, RSU Asri Duren Tiga dan RSB Duren Tiga. Kok ada RSU nya? Iya, karena salah satu nya adalah rekomendasi dari mertua. Selain dekat dari rumah saya yang domisili di Jagakarsa, kata mertua si RSU Bunda ini murah & cukup bagus. Oke deh, saya dan suami manut untuk coba ke sana & memasukkan RSU Bunda ke dalam list RS calon tempat saya melahirkan si “dedek”. Oh iya, berhubung saya harapannya melahirkan normal, jadi saya fokus survey di harga melahirkan normal yah 🙂 Oke, kita mulai yah survey nya.

1. RSU Bunda, Margonda

Jadilah, hari Minggu siang saya & suami meluncur ke RSU Bunda Margonda. Benar saja, hanya butuh 15 menit jarak tempuh ke RSU Bunda dari tempat saya tinggal. Jelas saja, wong itu hari Minggu, kalau week days plus jam kerja, no comment. Sesampainya di sana, kami parkir di depan lobi persis. Kebetulan ada yang kosong. “Wah rejeki dedek nih dapet spot parkir oke”, dalam hati saya. Eh? Tapi kok ada yang janggal yah dari RS ini, hari Minggu tutup. Saya & suami jalan ke arah lobi dan disambut dengan bapak security yang kurang ramah, doi langsung berdiri dari tempat duduknya, menghampiri saya & suami, “Maaf Pak, kalau Minggu kami tutup, kalau mau masuk lewat dari bawah”. Saya & suami langsung menggeleng-geleng kepala serempak, kembali ke mobil dan pindah parkir ke basement. Disitu sudah minus 1 buat saya & suami. Kenapa? Karena nggak menomorsatukan kenyamanan pengunjung.

Setelah parkir di basement, kami jalan menuju lift dan kebetulan ada mas-mas berseragam. Otomatis saya & suami bertanya, “Mas, mau tanya, saya mau ke bagian kebidanan ada di lantai berapa?”. Si Mas berseragam dengan muka flat sambil sender ke tembok menjawab, “Oh coba Ibu tanya aja ke security tuh”. Saya & suami pandang-pandangan lagi. “Mas, gini deh, kalau bagian kebidanan ada di lantai berapa?”, saya jadi gak sabar. “Kalau bagian kebidanan ada di lantai 4”. Saya & suami langsung meluncur ke lantai 4. Sesampainya di lantai 4, ada bapak security sedang duduk menulis buku piket sepertinya. “Pak, kalau mau tau informasi mengenai kebidanan di mana yah?”. Si Bapak dengan ramah menjawab, “Oh silakan masuk disini, Bu”. Nah, disini saya & suami setuju memberi plus 1 untuk si bapak security lantai 4 untuk keramahannya.

Pas saya & suami masuk, ada meja receptionist dengan satu suster yang lagi-lagi kurang ramah dalam menyambut pengunjung. Boro-boro ramah, berdiri sambil memberi salam aja nggak, si suster masih duduk. Saya & suami samperin ke meja nya sambil langsung bertanya, “Sus, kalau mau tau informasi harga kamar & fasilitas untuk bersalin bisa disini?”. Si suster masih dengan posisi duduk, “Bukan disini Bu, tapi di bawah di UGD”. Saya & suami lagi-lagi berpandangan sambil menghela nafas panjang. “Oke deh kalau gitu, makasih sus”. Jadilah kami turun lagi ke basement, tempat kami parkir dan ternyata UGD nya disini, di basement plus juga ruang informasi.

Begitu turun, saya & suami langsung menuju ruang informasi, dan disambut dengan muka masam dua suster tanpa sambutan apapun, lagi-lagi minus point. Tanpa basa basi, saya & suami langsung duduk, “Siang sus, bisa minta price list kamar melahirkan disini?”. Si suster jutek ini memutar badannya dan mengambil sebuah map, berisi price list dan foto-foto kamar, sambil menyodorkan map tadi, si suster bilang, “Silakan dilihat saja ya Bu, jangan difoto”. Dalam hati saya, yang mau foto juga siapa neng. Jangankan niat foto, niat untuk melahirkan disini aja sudah sirna seketika karna banyaknya minus point di atas.

Kalau dilihat price list yang tertulis sih, kok murah ya. Ya nggak murah-murah banget yang gimana, tapi reasonable. Eh, tapi tunggu dulu… Coba saya jabarin yah, tapi berhubung saya nggak foto dan saat itu nggak ada niatan yang gimana banget, jadi saya gak begitu hafal harga semua kelas, itu juga saya kurang yakin harga yang saya ingat precise atau enggak, kurang lebih begini:

Kelas 2 – 8,8juta

Kelas 1 – 9,7juta

VIP Perdana (kelas VIP yang paling murah) – 12,5juta

Nah, tapi nya saya di atas adalah, harga perkiraan di atas bisa bertambah sampai dengan 5juta loh! Dan itu menurut si suster. Sejauh ini, dari banyaknya case pasien yang melahirkan disini, rata-rata akan ada tambahan biaya sampai dengan 5juta. Nah, tinggal tambahin aja deh harga dasar perkiraan dengan 5juta. Menurut saya & suami sih over pricey compare to service dan ribetnya parkiran. Kalau kamar sih gak usah ditanya lah ya. Memang bagus dan up to date interior nya. Tapi kalau dari segi pelayanan, saya gak rekomendasi deh. Tapi mungkin pengalaman saya dan Ibu yang lain berbeda, kalau mau coba survey sendiri ya monggo silakan, feel the experience. Yang jelas dari saya pribadi, RSU Bunda Margonda ini definitely keluar dari list “Calon RS Melahirkan si Dedek”.

2. RSB Duren Tiga

Setelah dari RSU Bunda Margonda, saya & suami meluncur ke RSB Duren Tiga. Kalau RSB ini memang sudah tidak asing lagi buat saya & suami, karena saya sempat 4x melakukan check up routine disini. Tapi dikarenakan kena racun teman kantor, saya pindah check up routine di RSB Asih, Panglima Polim.

Oke, lanjut lagi ke survey. Sesampainya di RSB Duren Tiga, saya & suami langsung menuju ke meja resepsionis/informasi. Rupanya RSB Duren Tiga kalau hari Minggu sepi juga, tidak ada dokter jaga dan lampu agak gelap. Terkesan seperti tutup. Tapi bukan berarti pintu akses utama ditutup kan? *emak-emak nyinyir*

Di meja depan, saya & suami langsung disambut dengan senyum ramah 2 suster. “Permisi, saya mau tanya untuk price list kamar melahirkan disini ada?”.

Si suster ramah ini rupanya punya jiwa marketing, instead of langsung menyodorkan price list, doi bertanya dulu, “Ibu pasien dokter siapa?”

“Saya pernah check up disini dengan dr Yunita, tapi sempat pindah. Sekarang mau melahirkan disini”

Sambil mendengarkan jawaban saya, si suster sibuk mencari-cari sesuatu di meja belakang, yang sepertinya si price list ini yang dia cari. Sambil menyodorkan 2 lembar kertas laminating, si suster bilang, “Silakan Bu dilihat price list nya, kalau mau di foto juga boleh silakan”.

Si suami langsung sigap merogoh handphone di saku untuk memfoto, sambil bilang, “Oh boleh ya difoto?” mengingat tadi di RSU Bunda kami tidak diijinkan memfoto price list nya.

IMG_4157

Di RSB Duren Tiga ini, untuk kelas VIP dinamakan kamar Anggrek, kelas I dinamakan kamar Melati, kelas II dinamakan kamar Mawar, sedangkan kelas III dinamakan kamar Cempaka.

Setelah sibuk cekrak cekrek si price list. Si suster menawarkan dengan ramah, “Ibu Bapak kalau mau lihat kamar, bisa langsung ke atas, di lantai 2”. Tanpa ba-bi-bu, saya & suami langsung meluncur ke lantai 2. Sampai di atas, disambut lagi dengan 2 suster ramah.

“Sus, bisa lihat kamar melahirkannya?”

“Oh iya bisa Bu, sebentar saya ambilkan kuncinya ya” jawab si suster dengan ramah sambil langsung sigap keluar dari meja jaga nya menuju ruangan di seberang untuk mengambil kunci kamar.

Berhubung si suami maunya kamar yang untuk 1 orang, jadilah kami hanya menengok kamar Anggrek. Kita mulai yah.

Anggrek A (Kelas VIP paling mahal). Range harga 11.750 – 12.500. Beda tiap kamar apa sih? Jelas dari besar ruangan. Dan di Anggrek A ini ada jendela nya, jadi kamar kelihatan terang dan luas. Kamar mandi dalam udah pasti, dengan water heater dan toilet otomatis, kulkas, sofa, kasur elektrik untuk suami siaga bisa tidur, lemari dan TV.

Anggrek B (Kelas VIP medium). Range harga 11.000 – 11.500. Besar kamar hampir setengah dari Anggrek A. Tidak ada jendela & sofa, hanya tempat duduk. Selebihnya fasilitas sama persis.

Anggrek C (Kelas VIP standard). Range harga 10.500 – 11.000. Yang ini juga sama, luas kamar jelas lebih kecil dari Anggrek B. Tidak ada jendela & sofa juga. Selebihnya punya fasilitas yang sama.

By the way, perkiraan harga yang tertera adalah all in. Maksudnya sudah semua. Tapi memang menurut si suster kalau ada penyulit misalkan (AMIT-AMIT) harus di-vacuum. Kalau tidak ada penyulit ya, so far most of the time ya perkiraan harganya segitu, sesuai dengan yang tertera. Kalau pun ada tambahan, sampai di angka 2juta. Bukan 5juta yah *lagi-lagi nyinyir*

Setelah melihat ke tiga kamar Anggrek, saya & suami turun ke bawah. Sambil berjalan ke bawah, kami berdua sama-sama antusias. Dan mempertimbangkan RSB Duren Tiga ini jadi RS untuk melahirkan si dedek. Selain harga reasonable, jarak dekat dengan rumah (Jagakarsa). Suami sih 100% suka sekali. Kontranya cuma 1 sih, RS ini bangunannya tua dan interior nya gak up to date sama sekali. Terasanya singup dan pengap. Efek cat nya mungkin ya? Ah by the way, itu review RSB Duren Tiga ya 🙂

3. RSU Asri, Duren Tiga

Kalau RS ini sebetulnya gak masuk dalam list “Calon RS Melahirkan si Dedek”, tapi karena sekalian lewat setelah dari RSB Duren Tiga, jadilah saya & suami iseng mampir ke sini. Oh iya, FYI, RSU Asri ini sudah diakuisisi RS Siloam, jadi kalau menurut teman-teman yang pernah check up disini sih cukup pricey.

Singkat cerita, saya & suami masuk ke lobi dan menuju ke meja informasi. Disambut dengan senyum ramah seorang suster. Lagi-lagi saya menanyakan price list kamar. Berhubung dari awal memang tidak ada niatan untuk melahirkan disini, jadi saya gak foto itu price list.

Tapi ada yang lucu dengan price list nya, biaya tindakan nya dibedakan sesuai kelas yang diambil. Waduh? Jadi kalau misal saya ambil kelas III, tindakan nya akan berbeda dengan tindakan orang yang ada di kelas Super VIP? Hm… Yang jelas, di RSU Asri ini mereka tidak ada perkiraan biaya all in. Perkiraan biayanya per kejadian. Dan yak, dibedakan kelas yang kita ambil. Intinya sih setelah dihitung-hitung sama si suami kalau mau melahirkan normal dengan kelas VIP yang paling murahnya disini kira-kira bisa sampai 17juta.

Namanya juga iseng mau tau harganya. Definitely gak akan melahirkan disini sih.

4. RSB Asih, Panglima Polim

Kalau RSB Asih, memang yang paling paling paling bagus sih menurut saya. Bagusnya gimana? Bukan dari interior atau gengsi. Tapi dari service & pelayanannya. Mulai dari sekuriti, staff, kasir, bidan, suster, dokter bahkan ke cleanig service nya, semua ramah. Nampaknya tim HR RSB Asih ini berhasil menanamkan visi misi ke setiap staff nya.

Kembali lagi ke price list. Sebetulnya untuk RSB Asih ini, saya nggak perlu menulis harga dan fasilitas apa dari setiap kamar yang mereka punya, karena RSB Asih sudah punya website dengan informasi harga tiap kamar dan fasilitas, bisa dilihat disini, lalu klik di Fasilitas dan Kisaran Harga. Nanti akan muncul harga tiap kamar & fasilitas nya beserta foto.

Bagusnya dari RSB Asih ini adalah, mereka memberikan perkiraan harga yang make sense dan all in. Maksudnya make sense gimana? Jadi, waktu itu ada istri teman saya baru melahirkan bulan Agustus 2015 kemarin. Teman saya ini ambil kamar yang Super VIP dengan perkiraan kurang lebih 18juta. Ternyata actualnya, teman saya hanya membayar 16juta. Padahal sudah extend satu hari. Tapi kalau dari segi luas kamar memang gak terlalu besar. Cukup lah. Dan untuk interior kurang begitu up to date. Maklum, RSB Asih ini termasuk RSB lama, sama seperti RSB Duren Tiga.

Nah, jadi segitu dulu review nya. Ini juga boleh nyicil nulisnya, berhubung saya baru ambil maternity leave kemarin, mengingat due date sudah dekat tgl 3 Oktober ini hari Sabtu. Dan hari ini adalah hari ke dua maternity leave. Lumayan bosen. Lain cerita nya pasti nanti kalau sudah ada si dedek 🙂 pasti akan lebih sibuk dan makin berdebu ini blog.

Posting-an selanjutnya bakalan gak jauh-jauh dari barang yang penting dan kurang penting untuk dibeli buat si jabang bayi. Prioritas barang mana yang lebih dulu dibeli dan mana yang bisa ditunda sampai delivery si baby. Yang paling ga tahan mau saya review adalah stroller! See you on the next post then.

01/10/15 – 1.20AM

Advertisements

Author:

Simply blessed by God's love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s