Posted in Uncategorized

Prego Story (1)

Sekarang sudah memasuki kehamilan di minggu ke 36. How time flies! Getting closer to the birth si jabang bayi. Bahagianyaaaa.

Sebetulnya, ada cerita drama 2 minggu yang lalu – waktu usia kehamilan masih 32 minggu.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Ceritanya 2 minggu lalu, saya dan suami melakukan check up rutin setiap hari Sabtu pagi di RSB Asih dengan dokter Ari Waluyo. Saat USG, terlihat si “dedek” kepala nya masih di atas sebelah kanan plus yang bikin makin parno adalah adanya lilitan di leher. Langsung drop banget. Maklum deh, kehamilan pertama dan saat itu sudah memasuki bulan 8. Parno banget kan. Gimana kalau si “dedek” gak sempat muter? Gimana kalau si “dedek” lilitannya gak bisa lepas? Banyak banget gimana-gimana jelek di kepala saya. Untungnya si dokter Ari ini menenangkan sekali dan memotivasi saya untuk mulai mengikuti kelas senam hamil, karena nanti akan diajarkan gerakan-gerakan supaya si “dedek” lebih leluasa & mudah muter di dalam perut si Ibu. Saat itu juga dalam hati, saya langsung bertekad, “No matter what, gue harus senam hamil starting Senin besok. No meeting sore! Ijin pulang cepat!”

Senin, 31 Agustus 2015

Ngantor seperti biasa. Udah bawa ekstra satu tas buat baju santai pas senam hamil nanti sore. Di RSB Asih ini mereka menyediakan kelas senam hamil sama seperti RSB lain pada umumnya. Jadwal senam hamil setiap hari Senin, Rabu, Kamis & Sabtu. Biaya nya per kedatangan relatif murah yaitu 40ribu. Jadilah saya ijin pulang cepat dari kantor daerah Kemang Selatan jam setengah 5. Sampai di RSB Asih jam 5. Langsung daftar di resepsionis untuk senam hamil, lalu diarahkan untuk langsung naik ke atas, untuk cek tensi dan berat badan. Berhubung senam hamil baru dimulai jam setengah 6, saya memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu. Ternyata suster-suster dan bidan-bidan nya sudah mempersilahkan saya untuk langsung menunggu di ruang auditorium senamnya. Masih sepi. Gak lama, satu per satu bumil masuk. Sekitar 5 orang sudah masuk, akhirnya kelas senam dimulai. Bagusnya mengikuti senam hamil ini adalah selain exercise untuk si bumil, tapi si bidan as trainer juga memberi edukasi buat bumil. Bagaimana supaya asi lancar, posisi tidur yang baik supaya aliran oksigen ke si jabang bayi lebih lancar, perlukah ILA dan apa itu IDM, lalu juga tekhnik pernafasan saat kontraksi berbeda dengan teknik pernafasan saat pemeriksaan dalam, dan banyak lagi. Pelayanan di RSB Asih ini sangat sangat memuaskan. Memuaskannya bukan hanya dari sisi dokter yang menangani saya, tapi mulai dari depan pintu sampai belakang semuanya ramah & punya jiwa melayani yang baik terhadap seluruh pengunjung maupun pasien.

Singkat cerita, saya rutin ikut kelas senam hamil sore di weekdays yaitu hari Senin dan Kamis selama 2 minggu berturut-turut. Badan terasa lebih ringan. Nafas sudah nggak terlalu tersengal seperti sebelum senam. Dan saya udah nggak sabar untuk jadwal check up berikutnya. Harap-harap cemas apakah si “dedek” udah muter ke bawah & lilitan lepas.

Sabtu, 12 September 2015

Pagi-pagi jam 10 saya & suami berangkat ke RSB Asih dengan penuh anxiety. Mendapat nomor antrian 11, sementara di dalam masih antrian 6. Lalu sembari cek tensi & berat badan, si suster dengan ramah menawarkan saya untuk ke pojok informasi. Sambil menunggu giliran, saya pikir boleh lah ke pojok informasi. Setelah cek tensi & berat badan, saya ajak suami ke pojok informasi. Berhubung ini adalah kehamilan saya pertama which means anak pertama kami juga, tentu kami lack of experience banget. Bahkan kami juga bingung harus bertanya mulai darimana, beruntung si suster yang ramah ini seperti seorang dosen yang sudah biasa menjelaskan materi ke mahasiswa nya. Jadilah saya & suami manggut-manggut terus, dan mulai ada bahan pertanyaan. Intinya sih, disini dijelaskan tanda-tanda melahirkan. Bagaimana setiap keadaan janin & ibu pasti berbeda, jadi tidak ada teori pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan dari pecah ketuban sampai bukaan. Saya & suami bersyukur menjatuhkan pilihan untuk check up di RSB Asih karena sangat informatif, konsultif, pro normal & pro asi.

Setelah hampir 1 jam konsultasi & sharing, setengah 12 rupanya sudah waktunya saya masuk ke ruangan praktek dokter Ari. Saya nggak sabar langsung pengen rebahan & USG. Mau liat si “dedek” sekarang sudah gimana posisinya. Setelah basa-basi 1 menit, saya langsung dipersilakan berbaring, dan yang paling ditunggu-tunggu akhirnya dimulai juga.

Dokter Ari mulai melakukan USG begitu lampu dimatikan. “Nah, Nes, ini anak lo kepalanya udah turun nih. Lilitan juga udah lepas. Berguna juga kan senamnya? Nah kalo anak lo udah turun, sujud-sujudnya udahin aja, nanti muter lagi dia”

Begitu denger dokter Ari bilang seperti itu, saya & suami tanpa janjian, kami sama-sama menghela nafas panjang lega. Rasanya LEGA & PLONG luar biasa. Dalam hati saya nggak berhenti mengucap syukur. Puji Tuhan, Tuhan baik. Saya dalam hati terus-terusan bilang, “Makasi ya dek udah mau muter. Makasi udah muter buat Mama”. Karena saya memang kepengen sekali merasakan melahirkan normal. Walaupun mentally deg-degan juga. Tapi yakin, Tuhan pasti menguatkan.

Selesai check up, saya & suami jalan kebut ke resepsionis untuk daftar senam hamil. Pertama kali senam ditemenin suami. Sekalian saya minta tolong untuk di dokumentasikan alias di video-in, supaya saya inget gerakan-gerakannya & bisa dipraktekkan di rumah setiap hari.

Nah, sekarang timbul masalah lagi. Untuk masalah melahirkan. Saya nyaman banget dengan pelayanan di RSB Asih ini, tapi kalau dilihat dari sisi kamar kecil banget. Selain itu, menurut mertua jaraknya jauh dari rumah & intinya kurang sreg. Yasudah, akhirnya saya & suami memutuskan untuk mengikuti saran mertua yaitu mencari second bahkan third sampai fourth opinions. Mungkin akan saya lanjut di Prego Story part II, mengenai informasi harga kamar dan perkiraan biaya melahirkan di empat RS yang saya & suami kunjungi.

Advertisements

Author:

Simply blessed by God's love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s