Posted in Uncategorized

(Is it really that) You never know what you’ve missed until it’s gone(?)

Ada yang tidak punya akun mikro blogging yang sangat in saat ini, yaitu Twitter? Saya rasa mayoritas penduduk Indonesia adalah pengguna Twitter. Terbukti dari data statistik yang menunjukkan bahwa pengguna Twitter terbesar berasal dari Indonesia.
Banyak pengguna Twitter yang mem-follow akun Twitter motivator-motivator dan akun Twitter yang suka mem-post tweets bijak. Entah hasil dari mengutip dari petikan-petikan dialog pada film atau pun buku, atau juga mereka membuat kata-kata bijak sendiri. Saya juga salah satu user Twitter yang mem-follow beberapa akun yang suka menge-tweet kata-kata bijak & motivasi. Saya suka energi positif yang saya dapat ketika membaca kata-kata motivasi tersebut & bisa membagi dengan me-ReTweet tweet tersebut. Beruntung ada yang membaca & terinspirasi. Jadi berkat toh bagi orang lain secara tidak langsung dengan aksi sederhana yang kita lakukan?

Tapi ada sebuah kalimat dari kata-kata bijak yang cukup melekat, bukan karena saya setuju justru karena kurang setuju. Berikut kalimatnya: You never know what you’ve missed until it’s gone. Hmm.. Coba saya cerna lagi. Kamu tidak akan tau bagaimana rasanya kehilangan sampai hal itu benar-benar hilang.
Memang iya. Tetapi, saya ingin menambahkan. Kamu juga tidak akan tau apa yang telah hilang, sampai hal itu datang(?). Bukan begitu?
Saya sejak usia 2 tahun โ€”bahkan belum genap 2 tahun, sudah tidak tinggal dengan Papa. Karena Mama & Papa memutuskan untuk berpisah, karena satu dan lain hal yang tidak perlu saya jelaskan di sini ๐Ÿ™‚ sedari 2 tahun hingga hampir 20 tahun berikutnya saya terbiasa dengan tidak adanya figur seorang Papa dalam hidup saya hari lepas hari. Saya tidak merasa ada yang kurang. Tidak juga kehilangan atau merasa rindu. Karena saya terbiasa bahkan sejak saya belum bisa membaca dan tau apa itu perceraian. Tapi, perasaan kehilangan itu ada justru saat Natal tiba โ€”dimana Papa akan datang bersama istri nya (which is my step mother) untuk berlibur & berkumpul bersama di rumah Kakak tertua saya di Pejaten. Saya menyadari, betapa saya rindu saat-saat makan bersama di satu meja dengan Papa yang tidak pernah saya rasakan sedari kecil. Lalu berdoa bersama. Lalu mencium pipi nya, sambil mengucapkan, “Selamat Natal, Pa”. Aneh banget memang. Papa saya bahkan ada di situ. Di sebelah saya, duduk di depan TV sambil merokok. Tetapi saya merasa kehilangan sekali. Saya bahkan tidak ada rasa dendam, marah, atau benci. Sama sekali. Terlepas dari segala kemangkirannya dari tanggung jawab finansial terhadap saya, dia tetap Papa saya. Papa yang dulu menimang saya kebingungan karena saya rewel & tidak bisa tidur karena Mama sedang berada di Kalimantan selama 11 bulan.

Well, what done is done. Tidak ada yang perlu dibahas. Kenapa Papa begini? Kenapa Papa begitu? Kenapa saya tidak diperlakukan dengan adil sebagai anak bungsu? Semua itu pertanyaan useless. Gak guna. Ini sudah 20 tahun berlalu. Apa guna nya saya bertanya sekarang? Justru saya bersyukur ๐Ÿ™‚ karena Tuhan sudah mengijinkan saya mengalami hal-hal luar biasa yang orang lain mungkin tidak dapatkan, di usia sangat muda. Bukti bahwa Tuhan mencintai saya. Tuhan ingin saya lebih dekat dengan-Nya. Dan (semoga) dengan apa yang sudah terjadi di hidup saya, God can be glorified. Since He is great! Melalui kesesakan-kesesakan hidup, Tuhan boleh bekerja ๐Ÿ™‚ Cool!

Selanjutnya. Yang harus saya lakukan, mengurangi kekhawatiran ๐Ÿ˜€ itu PR banget! Dan menghargai hal-hal kecil, karena you never know those little things would occupy a big part of your future life kan?

Be blessed! Be happy!
Stay young! And stay normal ๐Ÿ˜€

Agnesia, xox
20062012

Advertisements

Author:

Simply blessed by God's love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s